Setelah aku pikir2, berhubung, sebagian besar isi tulisan ini agak privacy . Maka aku putuskan untuk menghapus sebagian besar isi tulisan ini. Takutnya, kedepannya akan menimbulkan sesuatu hal yang tidak mengenakkan. Dan kuputuskan hanya menyisakan sepenggal puisi ini yang menjadi bagia akhir dari keseluruhan isi tulisan ini. (15/09/15) Mungkin, puisi ini sedikit mewakili diriku saat ini... Tak sedikitpun tergetir di hati Segala yang dibebankan hati Dan kitapun saling mengerti Apa yang akan terjadi nanti Persembahan cinta, tak akan pernah ternilai Persembahan cinta, datang dari hati suci Nyata bila semua nyata Takkan pernah lagi mencari cinta Takdir memang sebuah takdir Bila aku harus pergi menyingkir Persembahan cinta, hanya untuk tulus jiwa Persembahan cinta, diberi bukan untuk diminta... (Dalam Catatan Senja) 28012015
Pada sisa malam yang sepi. Di beranda; selain secangkir kopi dan selapis roti, ada kenangan manis yang menemani.