Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

Catatan Senja #3 Happy Birthday My Sel

HAPPY BIRTHDAY MY SELF....!!! Hari ini, genap sudah aku berusia 22 tahun. Tua banget ya.. Rasanya baru kemaren aku menginjakkan kaki di usia 17 tahun. Eh, tau2 udah 22. OMG.. Tapi nggak papa. Itu artinya, aku udah tambah dewasa. Yupp.. dewasa. Sama halnya dengan tahun2 sebelumnya, nggak ada hal penting di momen ultahku. Aku juga pernah ingin hal2 spesial di hari ini. Cukup ucapan serta doa dari orang2 terkasih sudah mampu membuatku tersenyum ceria. Di hari ini, selain ucapan serta doa dari keluarga serta teman-teman, ada 1 orang lagi yang sangat kuharapkan memberikan ucapan dan doanya padaku. Dia adalah Kak X. Aku sangat berharap bahwa ia tahu dan akan segera mengucapkannya padaku. Tapi, aku tak yakin. Entahlah... Oh iya, harapanku di tahun ini.. Semoga aku selalu sehat. Diberikan umur yang panjang serta berkah. Makin sayang serta hormat sama orangtua. Sukses dalam segala hal dan dimudahkan dalam tiap langkah perjalananku. Dan 1 hal yang santa aku inginkan......

Tak Ada Beasiswa, Hadiahpun Jadi

TAK ADA BEASISWA, HADIAHPUN JADI “Tenang… pokoknya kalau kamu lulus masuk disana, ibu yang akan mengurus semuanya”. Kata-kata itu terus terngiang di kepalaku hingga saat ini, saat jenjang kuliahku sedah menjajaki semester kedua. Saat status MaBa tak lagi tersanding pada diriku. Kata-kata yang dulunya dengan semangat serta perhatian guruku ucapkan dan lontarkan padaku sebagai penyemangat untukku mengikuti sarannya. Namun, berbeda dengan yang terjadi dilapangan. Ucapan yang di tujukan padaku dulu saat aku masih berada di kelas dengan seragam lengkap khas sekolahku, yang aku rasa akan menjadi tonggak penolongku di dunia kampus nantinya. Karena siapa yang tak tahu bahwa kerasnya dunia kampus begitu menyakitkan, terlebih jika sudah berurusan dengan masalah finansial. Tak ada seorangpun yang ingin menghadapi hal tersebut, terlebih lagi diriku, yang hanya anak seorang tukang jahit dan pedagang kaki lima. Namun, itulah yang membuatku bangga pada kedua orang tuaku. Terlebih pada ibuku, ...

Catatan Senja #2 Salahkah Jalan Yang Kupilih, Tuhan?

Hari ini, di tempat ini, di waktu ini. Angan & pikiranku melayang jauh. Jauh ke masa itu, masa dimana impian serta cita tertinggiku masih melambung tinggi. Masa dimana semuanya serasa  mudah terapai hanya dengan sekali gapaian tangan. Masa dimana semua jalan terbuka seraya tersenyum lebar menyambutku. Masa dimana musim semi hadir menghiasi hari-hariku. Ya... masa dimana semuanya tak seperti halnya sekarang. Sekarang, aku tak tahu apa yang telah kupilih. Aku tak tahu jalan mana yang telah kulewati. Aku tak tahu takdir apa yang telah diberikan padaku. Aku tak tahu... Kini, aku justru merasa bahwa pilihanku telah keliru. Aku merasa bahwa jalanku telah salah. Aku merasa bahwa takdirku telah buram. Aku merasa semuanya begitu gelap... Tuhan... Kini, apa yang harus aku perbuat? Aku tersesat, terperangkap, terkunci & tak bisa keluar. Aku merasa asing & berbeda dengan lainnya. Bagaimana cara aku keluar? Bagaimana cara aku melepaskan diri? Bagaimana ca...

Apakah Sebenarnya Cinta itu???

Apakah sebenarnya cinta itu? Apakah cinta itu berupa perasaan yang luhur antara 2 insan... yang masing2 pihak dari mereka yang tdk menginginkan apapun selain kebahagiaan pihak yg lain? Ataukah cinta itu adalah perasaan2 lembut nan hangat yg menyelimuti seluruh relung hati, yg bisa menjaga serta memeliharanya dari kesulitan2 hidup dan dinginnya kesendirian? Ataukah cinta itu berupa pandangan2 halus & lembut yg menjelma menjadi benih2 cinta sepasang kekasih? Atau barangkali cinta itu berwujud kata2 yg bisa menautkan hati di antara kandungan maknanya, menumbuhkan sunggingan senyum manis pada wajah org yg mendengarnya, menghilangkan duka lara & kesedihan serta menguatkan semangat & cita? Apakah cinta itu berupa perasaan aman, nyaman & tentram berada di samping kekasih tercinta? Ataukah cinta itu ditandai dgn perilaku malu seorang gadis & merekah merah kedua pipinya tatkala nama kekasih pujaan hatinya disebut2? Apakah cinta itu ditandai dgn tangan seorang pe...

Catatan Senja #1 Kenangan Masa Lalu

Malam ini, ketika waktu menempati ruangnya. tepat pukul 00.48. Aku masih juga terjaga di tengah kesunyian malam. Saat orang-orang telah terlelap dan mulai memasuki dunia mimpi mereka masing-masing, justru aku masih juga membuka mata. Aku juga tak tahu gerangan apa yang membawaku ke keadaan ini. Padahal, kantuk sudah sejak tadi ingin menghampiriku. Namun, seakan ada sesuatu yang menahannya di sana. Dan saat itu terjadi, alam bawah sadarku seakan membawaku kembali melintasi waktuku, 3, 6, bahkan 9 tahunn lalu. Waktu dimana aku yang sekarang seakan bukan gambaran bagaimana aku hidup dulunya. Jika saja, semua yang aku raih dulu masih sama. Mungkin takkan ada diriku yang sekarang. Pribadi yang lebih menghargai orang-orang yang dulu tak pernah terjamah oleh mataku. Hingga aku sampai pada titik ini, aku mulai sadar bahwa aku tak pernah mau peduli bahwa roda itu selalu berputar. Dan memang akan terus berputar hingga sampai saatnya ia rusak dan tak lagi mampu berputar. Namun, yang kutahu....

KEMISKINAN... APA ALAT PENGHAPUSNYA?????

Berbicara mengenai kemiskinan, sepertinya memang tak pernah ada habisnya. Banyak hal yang harus dibahas dan dilakukan jika menyinggung hal yang satu ini. Tidak hanya khusus untuk para petinggi-petinggi kita, tapi juga seakan menjadi beban moral untuk diri kita pribadi. Kemiskinan itu sendiri seakan menjadi permasalahan yang seakan-akan tak pernah usai teratasi, khususnya di negara kita ini. Untuk negara yang bisa dikategorikan negara berkembang ini, Indonesia memiliki permasalah kemiskinan yang sudah melekat kuat sejak dulu. Seakan-akan tak pernah ada sosok pemimpin yang mampu menyelesaikan masalah kemiskinan di negara ini secara menyeluruh. Jika kita melihat realita yang terjadi sekarang, dengan sangat jelas tergambar bagaimana terpuruknya negara kita ini jika membahas mengenai kemiskinan. Meskipun jika ingin membandingkannya dengan negara yang lain yang juga mungkin mengalami masalah yang sama, sebenarnya negara kita masih dapat dikatakan mencukupi. Namun, kita justru tida...