Aku baru tahu, benar-benar tahu sekarang. Bahwa benar, ketika perasaan kita tak berbalas membuat hati kita begitu sakit. Membuat jiwa kita begitu terluka. Dan kini, aku menjadi orang yang mengalami hal itu... Sebenarnya, dalam kisah ini akulah yang menjadi satu-satunya tokoh. Kisah cinta yang kumainkan sendiri, kuceritakan sendiri dan akhirnya membuatku melukai hatiku sendiri.. Jika saja orang-orang tahu bagaimana itu bisa terjadi, maka mereka pasti akan segera menertawakanku. Mengataiku bodoh dan tolol karena membodohi diri sendiri. Ya... seseorang yang sedang jatuh hati akan selalu melakukan hal-hal bodoh. Kendatipun ia tahu bahwa yang dilakukannya tak berarti apa-apa untuknya. Tak bisa mengubah segalanya. Sama seperti diriku selama kurun waktu ******. Aku terus saja meletakkan namanya di hatiku. Padahal, dengan sangat jelas kutahu bahwa namaku tak jua ada di hatinya, mungkin. Atau, kalaupun iya, aku yakin itu hanya sekedar hiasan sesaat baginya. Berkal...
Pada sisa malam yang sepi. Di beranda; selain secangkir kopi dan selapis roti, ada kenangan manis yang menemani.