Banyak orang menjadikan tokoh-tokoh
terkenal ataupun orang-orang besar sebagai sosok inspirasi mereka. Baik dari
kalangan artis, tokoh politik, pengusaha terkenal, bintang luar negeri,
penulis, hingga presenter ataupun model yang super perfect. Tapi sesungguhnya,
tanpa kita sadari. Begitu banyak sosok-sosok sederhana yang ada di sekitar kita
yang dapat menginspirasi diri serta hidup kita. Sejak kita lahir ke dunia ini
hingga sekarang.
Dan hari ini, hal itulah yang ingin aku
ceritakan. Entahlah, tiba-tiba saja aku terpikirkan akan bahasan
tulisan ini. Mungkin aku baru menyadari keberadaan mereka, yang sejatinya
memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perjalanan hidupku. Dan aku banyak
mengambil pelajaran dari cara mereka menghadapi serta menjalani hidup mereka.
Yang secara bersamaan mereka mungkin tak tahu bahwa ada seseorang di sekitar
mereka yang menjadikan mereka sebagai sosok yang begitu menginspirasi. Inilah
mereka...
1.
Papa & Mamaku
Sepasang
manusia yang memiliki kedudukan kedua yang patut kita hormati dan taati
perintahnya setelah Allah Swt. Ya... aku terbiasa memanggil mereka dengan
sebutan “Papa & Mama”. Setiap
anak yang lahhir ke dunia ini pasti memiliki kedua orangtua. Hanya saja,
terkadang ada beberapa dari kita yang harus menerima kenyataan bahwa Allah
lebih menyayangi mereka hingga memanggil mereka lebih dulu untuk menghadap-Nya.
Aku memiliki kedua orangtua yang
begitu hebat. Aku banyak belajar dari cara mereka menjalani hidup ini. Mengapa?
Ini karena semangat mereka dalam memberikan berbagai macam kebutuhan yang
sampai saat ini belum bisa aku balas. Dimulai dengan hidup yang begitu
sederhana hingga kami mampu sedikit mengangkat kepala dan membanggakan diri
pada orang-orang yang dahulu tak memandang keberadaan keluargaku.
Aku banyak belajar mengenai kesabaran dari Papaku. Beliau adalah
sosok ayah yang begitu sabar. Terkadang, kudapati dalam beberapa kejadian yang
terjadi di rumah, beliau harus mengalah dan menyembunyikan rasa lelah serta
marahnya dari kami. Terlebih pada kami, anak-anaknya. Bagiku, Papa memiliki
tingkat kesabaran yang begitu besar dalam hidup. Beliaupun jarang marah pada
kami, jarang sekali. Jika kami sudah memberikan alasan terhadap suatu hal yang
dilakukan, maka beliau akan dengan lapang hati menerimanya. (nulis yang ini jadi pengen nangis deh...)
Aku belajar tentang motivasi dan
semangat pantang menyerah dari Mamaku. Beliau memiliki karakter yang lebih
tegas dan kuat dari Papaku. Beliau tak pernah mengeluhkan masalah-masalah kecil
yang bagi sebagian orang perlu untuk dikeluhkan. Mamaku sangat jarang mengeluh
saat beliau sakit. Katanya, penyakit itu akan sembuh sendiri jika kita
memberikan sugesti bahwa kita akan sembuh pada diri kita sendiri. Beliau
berkata bahwa penyakit itu jangan dimanja. Oleh karena itulah, aku juga jarang
mengeluhkan pada orang sekitar jika diriku sedang sakit. Kuharap, aku kelak bisa menjadi seorang wanita sehebat mama...
2.
Muliananda
Cewek yang memiliki pembawaan yang tenang dan
lembut ini adalah salah satu saudara sepupuku. Kami seumuran dan kuliah di
universitas yang sama, namun memilih fakultas yang berbeda. Nanda, begitu biasa
aku menyapanya. Aku memilihnya sebagai salah satu dari sosok yang
menginspirasiku adalah karena metamorfosis kehidupan religinya. Sejak kecil
hingga menginjak bangku SMA, aku sedikit tahu mengenai kehidupan serta
kesehariannya. Bagaimana tindak tanduk serta cara dia dalam melewati hari-hari.
Namun, di awal masa perkuliahan
merupakan titik balik bagi dirinya untuk benar-benar bisa menerima hidayah
Allah yang akhirnya membawa dirinya menjadi seorang muslimah yang tetap
istiqomah. Aku mengagumi caranya dalam menghargai agama serta dirinya sendiri
sebagai seorang wanita. Semangatnya dalam mencari keridhaan Ilahi sungguh
menginspirasiku, yang notabenenya
lebih dulu memahami agama dengan lebih dalam dibanding dirinya. Namun, hingga
saat ini aku masih belum bisa mengaplikasikan caranya dalam menata diri (cara berhijab) ke dalam diriku sendiri.
Entahlah, mungkin kini aku masih berpegang teguh pada pendirianku yang merasa
bahwa aku masih merasa cukup dengan caraku dalam berhijab, sekarang. Selama aku
tidak melakukan hal-hal yang menyimpang dari ajaran-Nya. Namun, aku juga
berharap bahwa kelak jika memang Allah juga memberikan hidayah itu pada diriku,
maka aku akan memenuhinya. Dengan batas penggunaannya yang masih bisa disebut
wajar.
3.
Muhammad Ridwan & Andi Humairah
Mereka
berdua adalah 2 teman terdekatku sejak di bangku MTs lalu. Dan jika ditotal,
maka kami berteman sudah selama ± 10 tahun. Waktu yang cukup lama bagiku. Sebenarnya, ketika masa sekolah dulu aku
melihat mereka hanya sebagai teman biasa saja. Tanpa ada hal yang spesial.
Namun, tidak ketika kami sudah memasuki dunia kampus. Dan secara perlahan aku
mulai melihat hal inspratif dari mereka.
Impian
yang begitu tinggi dan tak kenal rasa pesimis kudapati dari kedua temanku yang
sering kusapa Ride dan Ira ini. Ride, si calon dokter gigi dan Ira yang akan
menjadi sarjana kesehatan masyarakat. Mereka berdua selalu membicarakan
mengenai mimpi-mimpinya yang begitu hebat tentang keinginannya untuk bisa
melanjutkan pendidikannya di luar negeri. Ride ingin pergi ke sebuah negara
yang tak ingin orang lain ketahui dulu selain diriku. Katanya, biarlah menjadi
rencananya dahulu. Sedangkan Ira terus-terusan kekeuh dan bertekad kuat ingin
ke Jepang. Sampai-sampai ingin berjodoh dan melangsungkan pernikahan di negeri
sakura itu.
Sebenarnya, selain mereka
berdua akupun memiliki impian yang sama. Yaa... kami bertiga punya impian yang
sama. Melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Namun, terkadang, rasa pesimis
dalam diriku lebih kuat dibandingkan optimisme. Aku selalu merasa bahwa diriku
tak memiliki kelebihan apapun yang bisa dijadikan modal atau bekal. Tapi,
berbeda dengan mereka berdua. Terlebih pada Ira. Aku mengakui bahwa semangatnya
begitu besar. Akupun sampai salut. Sampai-sampai ia begitu rajin mempelajari
bahasa Jepang. Sungguh membuatku termotivasi. Semoga kelak impian kita akan
benar-benar terwujud. Amiiiiinn....
4.
Ahmad Ma’ruf
Aco,
sapaan akrabnya. Aku mengenalnya sejak masuk perkuliahan. Awalnya aku tak
begitu akrab dengannya. Namun, seiring berjalannya waktu maka pertemanan kami
semakin dekat. Pertemanan yang benar-benar sebatas hubungan teman. Ternyata,
diantara beberapa temanku, aku menjadikannya sebagai salah satu sosok yang
mengisnpirasi diriku. Bagaimana tidak? Selama masa perkuliahan, diantara begitu
banyak mahasiswa kimia, aku menemukan sesuatu yang berbeda dari dirinya. Yakni disenangi
banyak orang.
Dari sudut pandangku,
aku melihat sendiri akan hal itu. Sepanjang pengetahuanku, tak ada seorangpun
di kampus yang tak senang berteman dengannya. Siapapun yang mengadakan obrolan
dengannya, aku jamin pasti nggak bakalan merasa bosan. Ditambah lagi dengan
kemampuan akademik serta kreatifitas yang ada pada dirinya. Menjadikannya tak
jarang sebagai tempat tumpuan berbagai macam problem, mulai dari perkuliahan
hingga yang tak ada hubungannya dengan kuliah. Dan akupun mengakui akan hal
itu.
Hingga saat ini, aku
masih saja merasa terispirasi dengan cara serta bagaimana ia membuat semua hal
itu bisa terjadi. Pembawaannya yang cukup ceria, kocak dan tentu saja pandai, mungkin
menjadi salah beberapa penyebabnya. Yang sampai kini tak bisa kulakukan. Tapi,
sedikit banyak aku belajar dari caranya menjalani hidupnya. Dan semoga, walau
takkan bisa seperti dirinya. Aku berharap akan selalu ada orang-orang yang baik
di luar sana yang menghargai kita, bagaiamanapun kurangnya kita.
5.
Kasmir Sy Male
Merupakan salah satu seniorku di
kampus. Aku mulai mengenal namanya sejak awal masa perkuliahan. Jauh sebelum
aku melihat wajahnya. Sekilas, aku hanya tahu bahwa dia merupakan salah satu
senior yang patut diperhitungkan kemampuan akademiknya. Dan hal itu pula yang
membuatku kagum padanya. Terlebih lagi keistiqomahannya dalam melaksanakan
perintah Allah yang membuatku begitu terinspirasi olehnya.
Aku akan begitu menyanjung
seseorang yang dalam hal akademik serta religinya berjalan beriringan. Karena,
tak banyak orang bisa seperti itu. Setidaknya orang-orang yang berada di
sekitarku. Aku berharap, walau aku tak bisa sepandai dan sehebat Ka Kasmir,
tapi aku bisa mengambil pelajaran dari apa yang dilakukannya. Aku tahu, bahwa
kemampuan yang dimiliki olehnya didapatkan karena dia mencintai bidang itu. Dan
aku tahu bahwa jika kita mencintai apa yang kita kerjakan dan tekuni, maka
semuanya akan memberikan hasil yang memuaskan pula.
6.
Afif Randika
Afif,
dia adalah salah satu adik tingkatku di kampus. Aku tak begitu tahu banyak
tentang kehidupannya serta hal-hal yang berkaitan dengannya. Tetapi, ada satu
pelajaran penting yang bisa kupetik dari dirinya. Semangat juangnya dalam
berwirausaha secara mandiri di usia masih terbilang sangat muda. Ya, sangat
sederhana namun begitu menyentuh diriku.
Di dalam hidup ini, aku
yakin sangat banyak sosok pemuda yang juga memiliki jiwa seperti dirinya.
Namun, yang kutemui dan kudapati secara langsung bisa aku hitung. Dan Afif
termasuk. Semoga aku juga bisa memiliki tekad dan semangat yang tinggi seperti dirinya. Walau tidak dalam hal
yang sama, namun dengan tujuan yang sama, yaitu mencapai apa yang kita
inginkan. Semoga kelak, kau bisa sukses dengan usaha yang sekarang kau pilih
dan jalani.
Aku
banyak mengambil pelajaran serta inspirasi dari cara mereka melewati hari-hari.
Yang terkadang kita sibuk menjadikan sosok yang super terkenal untuk menjadi
sosok inspirasi dalam hidup kita. Padahal, jika kita mau melihat dengan lebih
jelas lagi, begitu banyak orang-orang sederhana yang sejak dulu berada di
sekitar kita yang mempunyai banyak sekali hikmah kehidupan yang bisa kita
panuti. Dan mereka-mereka yang saat ini kuceritakan disini adalah beberapa
diantaranya.
Semoga
aku bisa memetik pelajaran serta inspirasi yang begitu besar dari mereka, walau
hanya salah satu diantaranya. Amin Ya Rabbal Alamin...

tunggu tulisan kk selanjutnya.... :)
BalasHapussure.. makasih de udh menyempatkan utk baca.. :). baru bca komentarnya skrg. udhl lama bgt ya.. hehehe.. :)
BalasHapus