Langsung ke konten utama

Kompetisi Menulis Cerpen “Pilih Mana: Cinta Atau Uang?” #KeputusanCerdas

KARENA CINTA ITU INDAH...
Duduk di sebuah kafe bernama Rainbow, seorang wanita dengan dress putih selutut yang dikenakannya. Lengkap dengan hiasan kalung yang melingkar di lehernya. Menambah kesan anggun pada diri wanita itu. Sedari tadi, ia seakan tak memedulikan orang-orang di sekitarnya yang sibuk memesan menu pada waitress yang ada. Pandangannya hanya tertuju pada jendela yang berada tepat di samping kirinya. Ia sengaja memilih meja yang berada tepat di dekat jendela. Karena membuatnya akan lebih mudah memantau ke arah luar kafe dari balik kaca jendela.

Hari itu hujan turun tak begitu deras. Hanya beberapa gerimis yang dijatuhkan langit ke tubuh bumi. Hingga membuat sebagian orang tak perlu menunda kesibukan mereka hari itu. Begitupun Keyla, nama wanita itu. Sudah hampir sejam ia duduk di dalam kafe. Dan sudah sejam yang lalu pula, capucino yang dipesannya tak juga disentuhnya. Yang ia lakukan hanya mengecek handphone sembari sesekali menengok ke arah jendela, yang juga kini telah sedikit buram oleh tetes hujan yang menyelimutinya. Seorang pelayan, yang tadi mengantarkan pesanannyapun sedikit bingung dengan Keyla yang tak juga beranjak atapun meneguk minumannya.

Namun, tiba-tiba senyum Keyla sontak merekah. Dari balik jendela yang sedari tadi dipandanginya, tampak seorang pria turun dari mobil putih. Mengenakan setelah kemeja berwarna coklat yang senada dengan celama dan dasi yang dikenakannya, pria itu tampak dengan santai berjalan menyusuri halaman kafe sambil sedikit menundukkan wajahnya karena ingin menghindari terpaan hujan.

Ketika pria itu sampai di depan meja, Keylapun segera berdiri dan mengulurkan tangan kanannya ke arah pria itu. Segera, pria itu menyambut tangan Keyla yang kemudian mencium punggung tangan Keyla dengan lembut. Tampak wajah Keyla sedikit malu dengan sikap pria itu.
“Aku sudah menunggu kehadiranmu sejak sejam yang lalu, Osten.”
“Waw, tampaknya kau sangat mengharapkan pertemuan denganku rupanya,” ucap Osten sambil duduk di kursi yang berada tepat di depan Keyla.
“Bagaimana kabarmu?” tanya Keyla penuh harap.
“Baik. Kamu? Kuharap akan selalu baik,” Osten berkata sambil mengangkat tangan kanannya agar seorang waitress menghampirinya. Ia bermaksud untuk memesan sebuah minuman. Dan saat itu, Keyla tahu betul bahwa hari-harinya akan berbeda dari sebelumnya.
# # #

Keyla merupakan seorang karyawan di salah satu perusahaan swasta di kota tempatnya tinggal. Berhasil menyelesaikan perkuliahannya di jurusan desain, tak menjadikan Keyla segera mendapatkan pekerjaan di tempat yang sesuai dengan kemampuannya. Dan merasa tak ingin berlama-lama dengan status pengangguran, akhirnya memutuskannya untuk melamar pekerjaan di perusahaan.

Keyla bukanlah seorang wanita yang memiliki orangtua yang berpenghasilan banyak. Ayahnya hanya bekerja sebagai seorang buruh pabrik, sedang ibunya memilih menjahit sebagai pekerjaan untuk sekedar membantu ekonomi kerluarga. Keyla bisa berkuliah karena mendapatkan beasiswa dari pihak sekolahnya. Jika saja ia tak mendapatkan beasiswa tersebut, maka sudah bisa dipastikan bahwa ia tak bisa melanjutkan pendidikannya.

Oleh karena latar belakang ekonomi yang pas-pasan itulah, menjadikan Keyla memiliki ambisi yang begitu besar untuk bisa menjadi lebih sukses dan memiliki banyak uang. Ia tak ingin kondisi ekonominya kelak sama seperti kedua orangtuanya. Berbekal pendidikan yang telah didapatkannya selama sekolah dan kuliah, ia merasa sudah cukup untuk menjadi modal awal bagi dirinya untuk bisa menjadi orang yang kaya.

Namun, lambat laun, ambisi itu seperti terus saja tumbuh dan tumbuh. Di perusahaan tempat Keyla bekerja, ia terkenal sebagai seorang yang begitu ambisius dan mementingkan uang di atas apapun. Teman-temannyapun merasa sedikit khawatir dengan sifat Keyla. Mereka takut kalau nantinya semua ambisi Keyla akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Karena, sejatinya uang akan selalu membutakan hati setiap insan di muka bumi. Dan hanya seorang yang memiliki pengendalian diri yang baik lah yang bisa menghindari semua itu.

Beberapa berkas kerja yang sedang Keyla kerjakan, mendadak berhamburan ke lantai ketika dengan tiba-tiba angin berhembus dari sebuah jendela yang berada di sebelah kanan meja kerjanya. Sontak iapun merasa kesal dan sedikit marah.
“Siapa sih yang membuka kaca jendela tersebut?” ucapnya sembari beranjak dari tempat duduknya dan mengumpulkan kembali kertas-kertas yang telah berserakan di lantai.
Beberapa rekan kerjanya hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Keyla.

Sore hari menjelang waktu pulang, Keyla mendapati sebuah sms masuk ke handphone-nya. Segera ia membuka sms tersebut.
“Masihkan cinta tak bisa melengkapi hatimu selain uang?”
Nampak sedikit kerutan di wajah Keyla ketika membaca isi sms tersebut. Tak ada nama yang tertera, hanya saja Keyla tahu betul siapa pengirim sms tersebut. Tanpa membalas, Keyla segera menghapus sms tersebut dan segera memasukkan handphone-nya ke dalam tasnya untuk segera bersiap-siap pulang.

Setibanya di rumah, Keyla langsung masuk ke kamar dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Matanya perlahan tertutup, namun ia masih bisa mendengar suara tv yang sedang menyala. Biasanya, ketika pulang kerja mamanya pasti sedang menyaksikan sinetron kesukaannya. Perlahan, di dalam pembaringannya, Keyla teringat akan sms sore tadi. Dan wajah seorang pria, di masa lalu Keyla, hadir kembali.
“Osten...” tanpa disadari nama itu terucap begitu saja di bibirnya. Dan Keylapun perlahan terlelap dalam tidurnya.
# # #

Sudah 3  hari sejak Keyla mendadak demam. Mungkin itu karena 3 hari lalu ia pulang dalam keadaan basah kuyup. Kala itu, Keyla harus pulang telat karena harus menyelesaikan beberapa pekerjaan. Hingga akhirnya hujan mengguyur malam di hari itu juga. Bersama dengan 2 orang rekan kerjanya yang juga pulang terlambat, Keyla mengendarai sebuah mobil dan melaju di antara derasnya hujan. Keyla juga memberikan tumpangan pada 2 kawannya, karena khawatir mereka akan kesulitan menemukan kendaraan umum.

Setelah selesai mengantarkan mereka, Keyla segera memacu mobilnya menuju rumahnya. Tapi, tanpa diduga mobilnya mendadak mogok ketika memasuki kompleks perumahannya. Berkali-berkali mencoba menyalakan starter, upaya Keyla tetap tak berhasil. Mobilnya tetap saja tak mau menyala. Keyla melirik jam tangan yang ada di tangan kirinya, menunjukkan pukul 23.10 malam. Sudah cukup larut, pikirnya saat itu. Dan hujan masih belum reda. Akhirnya, Keyla memutuskan untuk meninggalkan mobilnya dan berjalan kaki menuju rumahnya yang hanya tinggal beberap kilometer lagi. Namun, cukup mampu membuat diri seorang Keyla basah kuyup sesampainya di rumah.

Oleh karena peristiwa itulah, maka sudah 3 hari pula ia libur dari kerja. Dan hal itu mampu membuat Keyla uring-uringan. Maklum saja, Keyla tak pernah memedulikan kondisinya, bahkan ketika sakit sekalipun. Ia hanya tahu bahwa dirinya harus kerja dan menghasilkan uang. Jika sehari saja tak kerja, maka ia akan merasa ada begitu banyak waktu yang ia buang percuma. Namun, karena orangtuanya melarangnya untuk bekerja kala itu, maka iapun terpaksa menurutinya.

Hingga seminggu, Keyla masih belum diizinkan oleh ibunya untuk masuk kerja. Katanya, Keyla belum sehat total. Ia masih perlu istirahat lebih banyak, karena selama ini bekerja terlalu keras. Dan berita Keyla sedang sakitpun sampai ke telinga Osten, pria yang kala itu mengirim sms pada Keyla.
Kabar kamu gimana? Masih sakit ya?sms masuk.
Semoga cepat sembuh ya. Aku selalu mendoakanmu, dan menyayangimu.” Sms kembali masuk. Namun, Keyla tak membalas sms-sms tersebut. yang ia herankan adalah darimana ia tahu bahwa dirinya sedang sakit. Tapi, Keyla tak ingin memikirkannya lebih panjang.

Osten. Ia adalah seorang pria asli Indonesia yang memiliki nama kebule-an. Maklum saja, orangtua Osten memang blasteran. Ayahnya berasal dari Inggris, sedang ibunya asli Indonesia, tepatnya Malang. Namun, Osten lahir dan besar di Indonesia. Kakek dari ayahnyalah yang memberi nama tersebut. Jadilah ia seorang pria Indonesia tapi memiliki nama berdarah Inggris.

Pertemuan Keyla dan Osten dimulai ketika mereka kuliah di kampus yang sama. Keyla langsung kagum pada sosok Osten yang begitu cerdas dan dewasa. Hanya saja, Osten belum menyadari hal itu. Osten lebih banyak memerhatikan para gadis-gadis cantik dan pandai, yang juga setara dengannya. terang saja, Osten termasuk mahasiswa yang patut diperhitungkan dalam hal akademik. Kekaguman Keyla lambat laun akhirnya tumbuh menjadi rasa cinta. Dan masih saja, Osten tak menyadari pun mengetahui hal itu.

Hingga pada suatu kesempatan, Keyla mendapati Osten sedang duduk di sebuah taman yang tak jauh dari kampusnya. Awalnya ia ingin menghampiri Osten dan mengobrol dengannya. Tapi, belum sempat ia membuka mulutnya, seorang wanita muncul dari balik sebuah mobil yang sedang terparkir di samping taman tersebut dan memanggil nama Osten. Langkah Keyla untuk mendekat ke arah Osten sontak terhenti. Keyla hanya memandangi mereka dari kejauhan. Terlihat wanita itu mendekati Osten, dengan gaya modish dan anggunnya. Keyla merasa tak mengenal wanita itu, tapi yang lebih membuatnya kecewa adalah bahwa wanita itu memanggil Osten dengan panggilan “sayang”.

Sejak hari itu, Keyla berpikir bahwa penyebab Osten tak pernah melirik dirinya adalah lebih kepada ia hanya seorang anak buruh pabrik yang kuliah dengan modal beasiswa. Terlebih ia tak begitu hebat dal akademik. Keyla merasa bahwa ia kalah jauh dari wanita tersebut.

Hingga sampai pada hari kelulusan, Keyla tak pernah lagi menjalin pertemanan yang akrab dengan Osten. Hingga Osten merasakan perubahan tersebut. Dari beberapa sahabat Keyla, Osten akhirnya tahu bahwa penyebab perubahan sikap Keyla adalah karena Keyla merasa bahwa perasaannya pada Osten tak berbalas. Lebih  karena Osten tak mungkin menyukai wanita sederhana yang tak memiliki apa-apa seperti dirinya. Banyak cara yang dilakukan oleh Osten untuk menemui serta memperbaiki hubungannya dengan Keyla, tapi tetap saja Keyla bersikeras dengan sikapnya. Keyla menanamkan kuat-kuat dalam hatinya bahwa ia tak ingin lagi dijatuhkan oleh cinta. Karena baginya, cinta tal lebih dari sekedar nyanyian cengeng. Atau sekedar rasa yang diperuntukkan bagi mereka yang memiliki derajat yang sama.

Dua minggu setelah kelulusan mereka, Keyla menerima kabar bahwa Osten akan melanjutkan kuliah S2-nya ke Inggris. Kabar itu ia ketahui ketika menerima sms dari Osten.
Key, minggu depan aku akan berangkat ke Inggris untuk melanjutkan S2-ku.”
Keyla hanya sekedar membaca sms dan segera meletakkan kembali handphone-nya di atas meja. Hingga sebuah sms kembali ia terima.
Aku tahu kamu nggak akan datang untuk nganterin aku. Tapi, aku cuma mau bilang kalau semua yang kamu pikirkan tentang aku keliru. Aku sudah menuliskan semua kebenaranku tentang dirimu di dalam sebuah surat kecil yang aku titipkan pada Naya, sahabatmu. Aku harap kamu mau membacanya. Dan semua keputusanmu aku terima. Selamat tinggal Key.” Setelah selesai membaca semua isi sms Osten, Keyla segera menghapusnya dan menenggelamkan dirinya di atas tempat tidur.
Keesokan harinya, Naya, sahabat Keyla menelpon dan memberitahu perihal surat Osten. Namun, dengan tegas Keyla menjawab.
“Simpan saja surat itu hingga aku bisa sukses dan menunjukkan padanya bahwa aku juga bisa punya banyak uang dan naik mobil keren seperti pacarnya.”
“Tapi, Key...” ucap Naya, yang langsung saja dipotong oleh Keyla.
“Cukup Nay, aku sudah tidak ingin membahas Osten lagi. Kalau kamu mau buang surat itu, ya udah buang aja.” dan telponpun terputus.
# # #

Keyla masih sibuk dengan pekerjaannya, ketika tiba-tiba seseorang datang dan menghampirinya. Naya sudah berdiri tepat di depan meja kerja Keyla. Di tangannya terdapat surat kecil, yang dibungkus rapi dengan amlpop berwarna biru, warna kesukaan Keyla. Tanpa banyak bicara, Naya langsung meletakkan surat tersebut tepat di meja Keyla. Sebelum sempat berlalu, Naya mengatakan sesuatu pada Keyla.
“Aku sudah menyimpan baik-baik surat itu. tidak membuangnya seperti kamu katakan setahun yang lalu. Sekarang saatnya kamu untuk membaca surat itu. Dan, kuharap kamu tak membohongi hatimu lagi, hanya demi ambisi dan uang,” dan Nayapun berlalu begitu saja dari hadapan Keyla.

Dengan sedikit ragu, Keyla meraih surat tersebut dan membacanya.
“Hi Key. Terima kasih kamu sudah mau membaca surat ini. Aku yakin, butuh waktu lama untuk akhirnya kamu memutuskan untuk mau membaca suratku. Tak banyak yang aku sampaikan di surat ini. Hanya ingin mengatakan bahwa semua yang kamu pikirkan tentang aku, itu keliru. Aku tahu semua yang kamu rasakan padaku. Bahkan sejak awal mula rasa itu tumbuh di hatimu. Aku cukup pandaikan membaca isi hati seseorang? J
Sungguh, tak hanya dirimu yang memiliki rasa itu, akupun sama halnya denganmu. Hanya saja, kita tak pernah bisa saling memberitahu tentang hadirnya perasaan itu. hingga, sahabatmu Naya, mengatakan padaku bahwa kau mulai membenciku sebab melihatku bersama seorang wanita cantik dan kaya di sebuah taman. Kau salah paham, ia bukanlah kekasihku. Dia adalah adikku yang datang dari Inggris. Kenapa kau tak menanyakannya langsung padaku?
Hingga surat ini kutulis, banyak hal yang ingin kukatakan padamu. Hanya saja, aku tak tahu harus mulai dari mana. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk menyimpan semua cerita-ceritaku untuk nantinya kuobrolkan denganmu ketika kita bertemu kembali. Tapi, satu hal yang kuminta darimu, jaga cinta agar tetap ada dalam hatimu. Jangan biarkan ia dikalahkan oleh ambisi serta materi yang kau cita-citakan itu. Karena sungguh, aku mencintaimu dengan apa adanya dirimu.
Selamat tinggal Key. Tunggu aku kembali. Karena aku tahu, namamu selalu ada di hatimu. Iyakan?? J

Tanpa terasa, ada tetes-tetes air yang jatuh di pipi Keyla. Seperti ada sesuatu yang tertahan di hatinya. Osten, yang selama ini begitu dibencinya, ternyata juga menyimpan perasaan yang sama padanya. Dan penilaiannya terhadap Osten adalah suatu hal yang keliru. Keyla merasa begitu bodoh dan kalah. Karena sebuah kesalahpahaman, ia telah menjadi seorang wanita yang lebih memilih materi ketimbang cintanya.

Belum selesai ia menyeka air mata yang telah jatuh, tiba-tiba ia menerima sebuah sms.
“Minggu depan aku akan datang ke Indonesia Key. Ingin mengisi liburan semester, sekaligus menemuimu. Aku harap, rasa bencimu padaku telah habis dan berganti dengan cinta yang nyata. Aku akan menemuimu di kafe Rainbow jam 4 sore. Kau akan datang kan?”
Keyla sedikit kelu membaca sms tersebut. ingin rasanya ia membalas sms Osten, tapi ia ragu karena merasa bersalah pada Osten. Namun, di dalam hatinya, Keyla berucap dengan tegas.
Aku akan datang Osten, pasti.”
# # #

Osten terlihat berbeda dari terkahir Keyla melihatnya dulu. Keyla merasakan hal tersebut. Ketika pesanan minumannya tiba, Osten tersenyum dan berkata pada sang waitress.
“Tolong bawakan capucino yang baru untuk wanita ini. Sepertinya capucino miliknya sudah dingin.”
Keylapun menatap secangkir capucino miliknya, yang memang sedari tadi tak sedikitpun disentuhnya. Iapun sedikit tersenyum malu. Sungguh, kini Keyla telah menjatuhkan pilihannya. Bukan perihal materi, bukan ambisi, terlebih masalah uang. Tapi, Osten. Pemilik cinta di hatinya...


Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis Cerpen “Pilih Mana: Cinta Atau Uang?” #KeputusanCerdas yang diselenggrakan oleh www.cekaja.com dan Nulisbuku.com.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Tulisan - Kamu Kekinian Nggak??

KEKINIAN  Apa yang akan kamu lakukan, supaya kamu bisa dibilang “ KEKINIAN ”? Kata ini seperti sudah menjadi fenomenal, bahkan telah mengalahkan jargon-jargon yang sempat ngetrend juga, seperti “Aku Mah Apa Atuh”, “Sakitya Tuh Disini”, atau “Aku Mah Gitu Orangnya.” Lantas bagaimana dengan keadaan, sentilan biar dibilang “ KEKINIAN ”? Kadang, kebanyakan orang harus melakukan ‘sesuatu’ agar dibilang KEKINIAN . Misalnya, kalau difoto tangannya saja, atau kakinya doang. Kedua hal tersebut bisa dikatakan sebuah tindakan agar kita bisa dibilang KEKINIAN . Setelah mencari dari berbagai sumber, dari Kamus Bahasa Indonesia yang online , arti kata, postingan di blog-blog yang banyak, kurang lebih artinya sama, ya mungkin inilah arti dari kata kekinian itu. Pengertian KEKINIAN  disini adalah keadaan kini atau sekarang, jadi bisa diartikan KEKINIAN itu adalah sesuatu hal yang lagi ngetren saat ini, atau yang sedang populer, sedang booming saat ini. Contohnya saja ...

Write Anything

8 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan ke Penulis Jadi penulis itu memang kelihatan keren! Tapi kadang mereka juga pusing saat harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari orang di sekitarnya. Sekarang Spring mau berbagi sedikit curhatan dari kakak-kakak penulis kenalan Spring. Katanya jadi penulis itu gampang-gampang susah, dan banyak suka dukanya lho! Siap-siap buat yang pengin jadi penulis, karena penulis sering dapat pertanyaan kayak gini : 1.         Lagi nulis cerita apa? Pertanyaan ini sangat gampang dijawab kalau memang lagi siapin novel baru. Tapi kalau nggak... bingung. Dijawab, lagi nggak nulis apa-apa juga malu. Biasanya ngeles dengan, "Ada deh, novel baru, tapi masih rahasia!" Rahasia takdir maksudnya. Huehehe…. 1.         Cerita novel kamu tentang apa sih? Bisa sekalian promosi nih, mana tahu dia suka dan mau beli novel kita. Tapi kadang juga malah sedih kalau ada te...