Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis Cerpen #MyCupOfStory Diselenggrakan oleh GIORDANO dan Nulisbuku.com INTUISI SECANGKIR KOPI -Citra Larasari- “Sampai kapan kamu akan bersembunyi?” Gadis berhijab itu sedang sibuk menyusun beberapa berkas kerjanya, hingga mendadak terhenti dan menoleh ke arah sumber suara. Tampak Naya, teman sekamarnya sudah berdiri di depan pintu kamarnya. Tak ada jawaban, ia hanya melempar senyum kecil dan kembali melanjutkan kesibukannya. “Ayolah, sudah saatnya kamu membuka jati dirimu. Banyak orang di luar sana yang mengagumi karya-karyamu, termasuk dia.” “Biarkan waktu, dan secangkir kopi itu sendiri yang menentukan takdir kami Nay. Aku akan tetap menjadi si pelukis amatir yang bersembunyi dalam karyanya.” “Baiklah, aku nggak bisa memaksamu. Kamu lebih tahu apa yang terbaik untukmu. Tapi, s...
Pada sisa malam yang sepi. Di beranda; selain secangkir kopi dan selapis roti, ada kenangan manis yang menemani.