Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2014

Dimas Anggara

Kalo ngomongin soal artis cowok Indonesia, nama yang pertama kusebut adalah dia. Dimas Anggara. Cowok yang satu ini adalah satu2nya cowok yang aku idolakan. Padahal, aku termasuk tipikal cewek yang nggak terlalu suka sama yang namanya artis cowok Indonesia. Alasannya? Hhmm.. Nggak tahu deh. Nggak aja. Saat para anak2, remaja, gadis sampe ibu2 yang tengah sibuk membicarakan artis2 cowok yang lagi nge-trend saat ini, yakni siapa lagi kalo bukan si Digo, alias Aliando. Aku lebih milih untuk membahas cowok yang satu ini. Hhuufft.. kadang aku sampe bosan mendengar celotehan serta teriakan para gadis2 di luar sana yang hampir tiap saat mengelu-elukan si Aliando itu. Entar, kalo ada yan baru, pasti ganti lagi.  Kembali ke sosok Dimas Anggara. Aku suka banget saat Dimas berperan dalam sebuah film. Apalagi, dalam filmnya berjudul "Radio Galau", sosok Dimas keren banget deh.Untuk sinetron, aku sangat suka ketika ia membintangi sebuah sinetron Islami, sangat cocok dengan wajahny...

Aksara Di Ujung Senja

Pukul 10.00 malam terus saja berselimut kabut, wajah rembulan yang awalnya cerah tiba-tiba murung seakan tak kuat menahan kantuk. Demikian pula bintang-bintang, satu persatu berguguran tanpa jejak sedikitpun. Tak ayal, denyut nadi aktivitas masyarakat kota Palu perlahan-lahan berhenti berdenyut. Orang-orangnya seolah tak sabar ingin segera memulai mimpi dalam tidurnya, praktis suasana berubah sepi bak kota mati. Sesekali hanya terdengar suara lolongan anjing dan nyanyian jangkrik yang bersahut-sahutan memecah kesunyian. Pun begitu dengan Kayla. Seorang gadis sederhana yang sedari tadi telah lelap dalam mimpi-mimpi indahnya tentang hari baru yang akan ditemuinya besok. Hari, yang menjadi satu langkah awal baginya untuk menjadi seseorang yang berbeda. Menjadi seorang penulis. Bukan perihal yang istimewa pastinya, terlebih bagi orang lain yang mungkin saja dengan mudahnya menerbitkan buku mereka. Baginya, hal tersebut merupakan suatu kesempatan paling berharga yang takkan pern...

Catatan Senja #5 Keputusan Terbaik

Hari itu, tepat tanggal 19 Desember 2014. Seakan2 Tuhan benar2 membukakan mataku untuk melihat siapa sebenarnya sosok dia. Seseorang yang selama ini hampir membuatku sedikit terkesima. Ya..kurasa aku tak perlu mengatakannya dengan jelas. Jujur saja, ada rasa kecewa yang mendera hatiku kala itu. Akupun juga bingung, mengapa hal tersebut bisa terjadi. Tapi, yang jelas semuanya telah terjadi. Ada sebuah fakta yang akhirnya benar2 membuatku membuat sebuah keputusan. Sungguh, sebenarnya sudah sejak lama aku tahu bagaimana sebenarnya dirinya. Hanya saja, aku berusaha menutup diriku dari hal2 negatif yang mampir di kepalaku. Dengan harapan bahwa dirinya akan berubah. Ternyata tidak! Sama sekali tidak!!! Dan aku bersyukur akhirnya menyadari hal tersebut sekarang. Karena, setidaknya aku tak perlu terjebak lagi dalam permainan konyolnya. Mungkin, tanpa ia sadari telah banyak hal yang kupelajari tentangnya. Dan itu membuatku semakin mengenalnya. Hingga sampailah pada kej...

Asma Nadia, Sang Inspirasi-Berawal dengan keminderan

Satu lagi sosok perempuan heroik yang dimiliki oleh bangsa ini. Perempuan yang menurut saya adalah sosok ibu dan penulis yang luar biasa. Karya-karyanya merupakan inspirasi kebanyakan penulis-penulis lainnya, termasuk saya sendiri. Tahun 80-an, hampir semua kota besar di tanah air dibanjiri buku-buku cerita tentang akhirat. Buku itu menceritakan orang yang masuk neraka. Ia dibakar dengan api sangat panas atau ditusuk pedang tajam. Banyak yang takut dan ngeri membacanya, termasuk seorang bocah kelas satu sekolah dasar, Asmarani Rosalba, yang kini dikenal dengan nama pena  Asma   Nadia . Karena iseng-iseng membaca buku jenis itu, Rani, panggilan bocah perempuan itu, merasa takut, hingga terbawa ke tidurnya. Suatu malam, Rani bermimpi seram. Gadis kecil itu terkaget, kemudian terbangun. Segera diambilnya bantal untuk menutup wajahnya. Tanpa sengaja, gerakan cepat itu menyebabkan bagian belakang kepala Rani terbentur besi kasur. Dia pun geger otak dan harus mengalami pera...

Setidaknya, karyaku diakui...

Pesan ini kuterima ketika aku tiba2 saja terbangun dari tidurku di malam penghujung November. Bahkan, aku sendiri hampir lupa akan event tersebut. Apalagi berharap untuk sekedar menang. Tapi, ketika membuka email tersebut, rasa kantuk yang menderaku, tiba2 saja minggat entah kemana. OMG, seperti mendapatkan durian runtuh.  Terima kasih, karena ternyata karyaku yg kurasa masih terbilang "Standar" juga diperhitungkan. :) walaupun, dgn pertimbangan beberapa hal yg telah dijelaskan berkaitan tentang sistem penerbitan, akhirnya kuputuskan untuk membatalkan penerbitan pada pihak tersebut. Tapi, rasa senang yg teramat masih saja menyelimuti hatiku.  Akan kujadikan ini sebagai motivasi awalku untuk memperbaiki kemampuan menulis serta motivasi ke depannya. Semoga, kelak. Aku benar2 bisa melihat bukuku ada di rak2 di toko buku itu. Bersama2 dgn buku2 para Penulis ternama lainnya yg kukagumi, seperti Asma nadia... :) Semangat Citra.. kamu pasti bisa.. :)