Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Dimas Anggara

Kalo ngomongin soal artis cowok Indonesia, nama yang pertama kusebut adalah dia. Dimas Anggara. Cowok yang satu ini adalah satu2nya cowok yang aku idolakan. Padahal, aku termasuk tipikal cewek yang nggak terlalu suka sama yang namanya artis cowok Indonesia. Alasannya? Hhmm.. Nggak tahu deh. Nggak aja. Saat para anak2, remaja, gadis sampe ibu2 yang tengah sibuk membicarakan artis2 cowok yang lagi nge-trend saat ini, yakni siapa lagi kalo bukan si Digo, alias Aliando. Aku lebih milih untuk membahas cowok yang satu ini. Hhuufft.. kadang aku sampe bosan mendengar celotehan serta teriakan para gadis2 di luar sana yang hampir tiap saat mengelu-elukan si Aliando itu. Entar, kalo ada yan baru, pasti ganti lagi.  Kembali ke sosok Dimas Anggara. Aku suka banget saat Dimas berperan dalam sebuah film. Apalagi, dalam filmnya berjudul "Radio Galau", sosok Dimas keren banget deh.Untuk sinetron, aku sangat suka ketika ia membintangi sebuah sinetron Islami, sangat cocok dengan wajahny...

Aksara Di Ujung Senja

Pukul 10.00 malam terus saja berselimut kabut, wajah rembulan yang awalnya cerah tiba-tiba murung seakan tak kuat menahan kantuk. Demikian pula bintang-bintang, satu persatu berguguran tanpa jejak sedikitpun. Tak ayal, denyut nadi aktivitas masyarakat kota Palu perlahan-lahan berhenti berdenyut. Orang-orangnya seolah tak sabar ingin segera memulai mimpi dalam tidurnya, praktis suasana berubah sepi bak kota mati. Sesekali hanya terdengar suara lolongan anjing dan nyanyian jangkrik yang bersahut-sahutan memecah kesunyian. Pun begitu dengan Kayla. Seorang gadis sederhana yang sedari tadi telah lelap dalam mimpi-mimpi indahnya tentang hari baru yang akan ditemuinya besok. Hari, yang menjadi satu langkah awal baginya untuk menjadi seseorang yang berbeda. Menjadi seorang penulis. Bukan perihal yang istimewa pastinya, terlebih bagi orang lain yang mungkin saja dengan mudahnya menerbitkan buku mereka. Baginya, hal tersebut merupakan suatu kesempatan paling berharga yang takkan pern...

Catatan Senja #5 Keputusan Terbaik

Hari itu, tepat tanggal 19 Desember 2014. Seakan2 Tuhan benar2 membukakan mataku untuk melihat siapa sebenarnya sosok dia. Seseorang yang selama ini hampir membuatku sedikit terkesima. Ya..kurasa aku tak perlu mengatakannya dengan jelas. Jujur saja, ada rasa kecewa yang mendera hatiku kala itu. Akupun juga bingung, mengapa hal tersebut bisa terjadi. Tapi, yang jelas semuanya telah terjadi. Ada sebuah fakta yang akhirnya benar2 membuatku membuat sebuah keputusan. Sungguh, sebenarnya sudah sejak lama aku tahu bagaimana sebenarnya dirinya. Hanya saja, aku berusaha menutup diriku dari hal2 negatif yang mampir di kepalaku. Dengan harapan bahwa dirinya akan berubah. Ternyata tidak! Sama sekali tidak!!! Dan aku bersyukur akhirnya menyadari hal tersebut sekarang. Karena, setidaknya aku tak perlu terjebak lagi dalam permainan konyolnya. Mungkin, tanpa ia sadari telah banyak hal yang kupelajari tentangnya. Dan itu membuatku semakin mengenalnya. Hingga sampailah pada kej...

Asma Nadia, Sang Inspirasi-Berawal dengan keminderan

Satu lagi sosok perempuan heroik yang dimiliki oleh bangsa ini. Perempuan yang menurut saya adalah sosok ibu dan penulis yang luar biasa. Karya-karyanya merupakan inspirasi kebanyakan penulis-penulis lainnya, termasuk saya sendiri. Tahun 80-an, hampir semua kota besar di tanah air dibanjiri buku-buku cerita tentang akhirat. Buku itu menceritakan orang yang masuk neraka. Ia dibakar dengan api sangat panas atau ditusuk pedang tajam. Banyak yang takut dan ngeri membacanya, termasuk seorang bocah kelas satu sekolah dasar, Asmarani Rosalba, yang kini dikenal dengan nama pena  Asma   Nadia . Karena iseng-iseng membaca buku jenis itu, Rani, panggilan bocah perempuan itu, merasa takut, hingga terbawa ke tidurnya. Suatu malam, Rani bermimpi seram. Gadis kecil itu terkaget, kemudian terbangun. Segera diambilnya bantal untuk menutup wajahnya. Tanpa sengaja, gerakan cepat itu menyebabkan bagian belakang kepala Rani terbentur besi kasur. Dia pun geger otak dan harus mengalami pera...

Setidaknya, karyaku diakui...

Pesan ini kuterima ketika aku tiba2 saja terbangun dari tidurku di malam penghujung November. Bahkan, aku sendiri hampir lupa akan event tersebut. Apalagi berharap untuk sekedar menang. Tapi, ketika membuka email tersebut, rasa kantuk yang menderaku, tiba2 saja minggat entah kemana. OMG, seperti mendapatkan durian runtuh.  Terima kasih, karena ternyata karyaku yg kurasa masih terbilang "Standar" juga diperhitungkan. :) walaupun, dgn pertimbangan beberapa hal yg telah dijelaskan berkaitan tentang sistem penerbitan, akhirnya kuputuskan untuk membatalkan penerbitan pada pihak tersebut. Tapi, rasa senang yg teramat masih saja menyelimuti hatiku.  Akan kujadikan ini sebagai motivasi awalku untuk memperbaiki kemampuan menulis serta motivasi ke depannya. Semoga, kelak. Aku benar2 bisa melihat bukuku ada di rak2 di toko buku itu. Bersama2 dgn buku2 para Penulis ternama lainnya yg kukagumi, seperti Asma nadia... :) Semangat Citra.. kamu pasti bisa.. :)

Catatan Senja #4 Kebimbangan Hati

Senja... Kau tahu.. malam ini aku ingin sedikit bercerita padamu. Walaupun kau belum hadir, tak apalah. Anggap saja cerita ini untuk esok sore. Aku ingin menceritakan tentang diriku, dan kisah hatiku. Sungguh, hingga saat ini aku menyampaikan kisah ini padamu. Aku masih saja bingung. Kau tau kenapa? Karena cinta.  Ya... aku bingung karena cinta. Tapi, sepertinya juga bukan. Aahh... tak taulah. aku sendiripun bingung. Kau pasti tau mengenai sosok pria yang telah lama kukagumi. seorang pria yang hampir membuatku tak bisa memandang ke pria lain. tapi, beberapa bulan ini, sepertinya ada yg aneh pada diriku. sepertinya ada orang lain yg sedang menyelinap masuk secara diam2 ke dalam hatiku. dan membuatku terkadang lupa dgn sosok yg kukagumi itu. aku tak perlu menyebutnya, karena aku yakin kau pasti tau siapa dia. senja... bagaimana ini?? aku merasa, beberapa bagian pikiran serta hatiku telah ditempatinya.  tapi, aku tak ingin itu terjadi. kau tau kenap...

Puisi

Aku suka melihat nyala lilin. Entah kenapa, seakan menghangatkan jiwa yang sepi. Namun, ketika lilin itu kutiup dan padam. Hati dan pikiran ini jadi sangat sesak. Bukan karena takut kegelapan, tapi jiwa ini begitu rapuh mengkhawatirkan banyak hal. Imajinasi dan pergerakanku dibelenggu. Itulah yang terjadi saat ini padaku. Ini tentang 1 hal yang banyak orang lupakan. Mungkin juga kamu atau aku. Yakni cahaya tak selamanya menemani, ketika kita malas untuk bergerak. Ingat akan hal itu. Jangan sampai kita sadar ketika lilin itu telah dipadamkan oleh Sang Pemilik Cahaya. *Puisi Seorang Sahabat (AM) di tanggal 19 Juli 2014 (Cat. dariku : masih perlu banyak perbaikan susunan kata serta kalimat kiasan. Sebuah puisi akan lebih indah jika maknanya tersirat. :))

Sayap-Sayap Senja

Disini, aku berdiri. Menatap jauh ke depan. Sangat jauh, hingga aku tak tahu kemana hentinya pandangan itu. Riuh pikuk suara burung-burung terbang bak bayangan hitam kecil penghias cakrawala. Terbang hilir mudik, entah dengan tujuan apa. Aku, yang saat itu sendiri. Seakan tak pernah lupa untuk hadir kembali di tempat ini. Tempat yang pernah menjadi saksi bisu bagaimana seorang keturunan hawa mengadukan sedu sedannya. Tempat dimana semua kenangan serta untaian harapan diutarakan dengan lantang disini. Aku belum beranjak dari tempat terindah itu, hingga tiba-tiba saja, tanpa kusadari ingatanku seakan memaksaku mengulang kembali kenangan itu. Kenangan dimana kisah itu dimulai. Kenangan setahun yang lalu. Kenangan, antara aku dan dia..... Hari itu, di rumahku... “Rara....!!!!” sapa Rasya, yang kala itu tiba-tiba saja datang menghampiriku sambil menepuk bahuku dengan keras. Membuatku kaget. “Rasya, kebiasan deh. Ngagetin orang kayak gitu kan nggak baik,” ucapku sedikit ke...

Catatan Senja #3 Happy Birthday My Sel

HAPPY BIRTHDAY MY SELF....!!! Hari ini, genap sudah aku berusia 22 tahun. Tua banget ya.. Rasanya baru kemaren aku menginjakkan kaki di usia 17 tahun. Eh, tau2 udah 22. OMG.. Tapi nggak papa. Itu artinya, aku udah tambah dewasa. Yupp.. dewasa. Sama halnya dengan tahun2 sebelumnya, nggak ada hal penting di momen ultahku. Aku juga pernah ingin hal2 spesial di hari ini. Cukup ucapan serta doa dari orang2 terkasih sudah mampu membuatku tersenyum ceria. Di hari ini, selain ucapan serta doa dari keluarga serta teman-teman, ada 1 orang lagi yang sangat kuharapkan memberikan ucapan dan doanya padaku. Dia adalah Kak X. Aku sangat berharap bahwa ia tahu dan akan segera mengucapkannya padaku. Tapi, aku tak yakin. Entahlah... Oh iya, harapanku di tahun ini.. Semoga aku selalu sehat. Diberikan umur yang panjang serta berkah. Makin sayang serta hormat sama orangtua. Sukses dalam segala hal dan dimudahkan dalam tiap langkah perjalananku. Dan 1 hal yang santa aku inginkan......

Tak Ada Beasiswa, Hadiahpun Jadi

TAK ADA BEASISWA, HADIAHPUN JADI “Tenang… pokoknya kalau kamu lulus masuk disana, ibu yang akan mengurus semuanya”. Kata-kata itu terus terngiang di kepalaku hingga saat ini, saat jenjang kuliahku sedah menjajaki semester kedua. Saat status MaBa tak lagi tersanding pada diriku. Kata-kata yang dulunya dengan semangat serta perhatian guruku ucapkan dan lontarkan padaku sebagai penyemangat untukku mengikuti sarannya. Namun, berbeda dengan yang terjadi dilapangan. Ucapan yang di tujukan padaku dulu saat aku masih berada di kelas dengan seragam lengkap khas sekolahku, yang aku rasa akan menjadi tonggak penolongku di dunia kampus nantinya. Karena siapa yang tak tahu bahwa kerasnya dunia kampus begitu menyakitkan, terlebih jika sudah berurusan dengan masalah finansial. Tak ada seorangpun yang ingin menghadapi hal tersebut, terlebih lagi diriku, yang hanya anak seorang tukang jahit dan pedagang kaki lima. Namun, itulah yang membuatku bangga pada kedua orang tuaku. Terlebih pada ibuku, ...

Catatan Senja #2 Salahkah Jalan Yang Kupilih, Tuhan?

Hari ini, di tempat ini, di waktu ini. Angan & pikiranku melayang jauh. Jauh ke masa itu, masa dimana impian serta cita tertinggiku masih melambung tinggi. Masa dimana semuanya serasa  mudah terapai hanya dengan sekali gapaian tangan. Masa dimana semua jalan terbuka seraya tersenyum lebar menyambutku. Masa dimana musim semi hadir menghiasi hari-hariku. Ya... masa dimana semuanya tak seperti halnya sekarang. Sekarang, aku tak tahu apa yang telah kupilih. Aku tak tahu jalan mana yang telah kulewati. Aku tak tahu takdir apa yang telah diberikan padaku. Aku tak tahu... Kini, aku justru merasa bahwa pilihanku telah keliru. Aku merasa bahwa jalanku telah salah. Aku merasa bahwa takdirku telah buram. Aku merasa semuanya begitu gelap... Tuhan... Kini, apa yang harus aku perbuat? Aku tersesat, terperangkap, terkunci & tak bisa keluar. Aku merasa asing & berbeda dengan lainnya. Bagaimana cara aku keluar? Bagaimana cara aku melepaskan diri? Bagaimana ca...

Apakah Sebenarnya Cinta itu???

Apakah sebenarnya cinta itu? Apakah cinta itu berupa perasaan yang luhur antara 2 insan... yang masing2 pihak dari mereka yang tdk menginginkan apapun selain kebahagiaan pihak yg lain? Ataukah cinta itu adalah perasaan2 lembut nan hangat yg menyelimuti seluruh relung hati, yg bisa menjaga serta memeliharanya dari kesulitan2 hidup dan dinginnya kesendirian? Ataukah cinta itu berupa pandangan2 halus & lembut yg menjelma menjadi benih2 cinta sepasang kekasih? Atau barangkali cinta itu berwujud kata2 yg bisa menautkan hati di antara kandungan maknanya, menumbuhkan sunggingan senyum manis pada wajah org yg mendengarnya, menghilangkan duka lara & kesedihan serta menguatkan semangat & cita? Apakah cinta itu berupa perasaan aman, nyaman & tentram berada di samping kekasih tercinta? Ataukah cinta itu ditandai dgn perilaku malu seorang gadis & merekah merah kedua pipinya tatkala nama kekasih pujaan hatinya disebut2? Apakah cinta itu ditandai dgn tangan seorang pe...

Catatan Senja #1 Kenangan Masa Lalu

Malam ini, ketika waktu menempati ruangnya. tepat pukul 00.48. Aku masih juga terjaga di tengah kesunyian malam. Saat orang-orang telah terlelap dan mulai memasuki dunia mimpi mereka masing-masing, justru aku masih juga membuka mata. Aku juga tak tahu gerangan apa yang membawaku ke keadaan ini. Padahal, kantuk sudah sejak tadi ingin menghampiriku. Namun, seakan ada sesuatu yang menahannya di sana. Dan saat itu terjadi, alam bawah sadarku seakan membawaku kembali melintasi waktuku, 3, 6, bahkan 9 tahunn lalu. Waktu dimana aku yang sekarang seakan bukan gambaran bagaimana aku hidup dulunya. Jika saja, semua yang aku raih dulu masih sama. Mungkin takkan ada diriku yang sekarang. Pribadi yang lebih menghargai orang-orang yang dulu tak pernah terjamah oleh mataku. Hingga aku sampai pada titik ini, aku mulai sadar bahwa aku tak pernah mau peduli bahwa roda itu selalu berputar. Dan memang akan terus berputar hingga sampai saatnya ia rusak dan tak lagi mampu berputar. Namun, yang kutahu....

KEMISKINAN... APA ALAT PENGHAPUSNYA?????

Berbicara mengenai kemiskinan, sepertinya memang tak pernah ada habisnya. Banyak hal yang harus dibahas dan dilakukan jika menyinggung hal yang satu ini. Tidak hanya khusus untuk para petinggi-petinggi kita, tapi juga seakan menjadi beban moral untuk diri kita pribadi. Kemiskinan itu sendiri seakan menjadi permasalahan yang seakan-akan tak pernah usai teratasi, khususnya di negara kita ini. Untuk negara yang bisa dikategorikan negara berkembang ini, Indonesia memiliki permasalah kemiskinan yang sudah melekat kuat sejak dulu. Seakan-akan tak pernah ada sosok pemimpin yang mampu menyelesaikan masalah kemiskinan di negara ini secara menyeluruh. Jika kita melihat realita yang terjadi sekarang, dengan sangat jelas tergambar bagaimana terpuruknya negara kita ini jika membahas mengenai kemiskinan. Meskipun jika ingin membandingkannya dengan negara yang lain yang juga mungkin mengalami masalah yang sama, sebenarnya negara kita masih dapat dikatakan mencukupi. Namun, kita justru tida...

Aku & Dirimu