Aku suka melihat nyala lilin.
Entah kenapa, seakan menghangatkan jiwa yang sepi.
Namun, ketika lilin itu kutiup dan padam.
Hati dan pikiran ini jadi sangat sesak.
Bukan karena takut kegelapan, tapi jiwa ini begitu rapuh mengkhawatirkan banyak hal.
Imajinasi dan pergerakanku dibelenggu.
Itulah yang terjadi saat ini padaku.
Ini tentang 1 hal yang banyak orang lupakan.
Mungkin juga kamu atau aku.
Yakni cahaya tak selamanya menemani, ketika kita malas untuk bergerak.
Ingat akan hal itu.
Jangan sampai kita sadar ketika lilin itu telah dipadamkan oleh Sang Pemilik Cahaya.
*Puisi Seorang Sahabat (AM) di tanggal 19 Juli 2014
(Cat. dariku : masih perlu banyak perbaikan susunan kata serta kalimat kiasan. Sebuah puisi akan lebih indah jika maknanya tersirat. :))
Kayak kenal...
BalasHapus:D
:)
Hapus