Langsung ke konten utama

Catatan Senja #12 -Kamu dan Bintang-


Kamu tahu kenapa aku begitu menyukai bintang?
Dia menawan, dia pemberani dan juga keren.
Kukira dia jelmaan seorang pria tampan, bukan perempuan seperti dalam dongeng-dongeng.
Itu sebabnya aku jatuh cinta padanya. Sangat jatuh cinta. Aku bisa gila jika tidak bertemu langit di malam hari, untuk sekadar bertemu bintang dan bercakap-cakap dengannya.

Kadang kami membahas kamu, atau memaksa bintang mendengarkan semua ceritaku tentangmu. Tentang betapa aku yang kerap rindu.
Di laptopku banyak foto bintang, dari bintang yang redup hingga bintang kejora, semua ada. Aku yang memotret sendiri, ketika sepi dan hanya ada kami. Aku mengabadikan wajahnya. Untuk kupandang ketika siang, saat aku tak menemukannya di langit yang sama ketika matahari tengah berpesta.

Oh ya, fotomu juga ada di laptopku. Malah lebih dari lima. Aku mencurinya dari album akunmu. Dan maaf untuk itu.
Karena sebenarnya kamu adalah yang paling kucinta, meski sembunyi-sembunyi begini.
Aku tidak tahu, kenapa aku tidak berani mengatakan padamu. Kata mereka kamu punya kekasih, gadis manis yang lahir dari seorang hawa. Tapi aku berpura-pura tidak percaya, atau tidak mau percaya. Atau lebih tepatnya tidak mau peduli. Ah biarkan saja.

Bila kamu memang punya kekasih, itu perkara lain. Mengatakan cinta apa salahnya? Tapi aku tidak berani, tidak berani kesepian jika setelahnya kamu menjauh, tidak berani sendirian jika setelahnya kamu menghilang. Aku takut pada hal-hal yang seharusnya bisa kulewati di dekatmu, meski bukan denganmu.

Jadilah aku pengecut seperti ini, mengagumimu dengan cara yang berbeda. Sesekali ketika malam mulai gelap, aku bermimpi bahwa aku kerap melihatmu menulis, mungkin menulis puisi, untuk kekasihmu itu. Ingin rasanya jadi kupu-kupu atau kunang-kunang yang bisa menyelinap masuk lewat lubang ventilasi, untuk sekadar memastikan apa yang kamu tulis itu. Ah tapi mana mungkin bisa.

Pun bermimpi melihatmu menangis terisak. Aku tidak tahu kamu kenapa, laki-laki bisa menangis juga ternyata, ingin aku menanyakan siapa yang menyakitimu? Lalu meminjamkan pangkuan tempatmu menumpah semua kisah. Tapi nyatanya aku hanya bisa menatapmu dari balik kaca.

Ketika lampu kamar kamu redupkan, aku bergegas pulang. Aku tahu kamu hendak tidur, dengan doa yang kamu peluk di dada. Mungkin doa agar bertemu kekasihmu. Atau doa-doa semisal agar hubunganmu dengannya akan dikekalkan masa.

Aku juga begitu, sebelum gelap dalam lelap. Aku juga berdoa pada Tuhanku, agar kamu baik-baik saja, bahagia selalu dengan orang-orang yang kamu suka.
Tapi jujur, aku pernah salah, atau sengaja, atau entahlah aku lupa.
Berdoa pada Tuhan dengan meminta kamu menjadi bagian dalam hidupku, menjadi temanku menulis puisi. Menyenangkan sepertinya, ketika menulismu dan kamu di dekatku membacakan setelahnya. Dan aku berandai akan seperti itu. Lewat doa yang diam-diam kulangitkan.
Dua malam ini mendung, langit terlihat murung. Sepertinya akan hujan, sebagian orang memang telah lama menunggu hujan turun membasahi tanah-tanah yang kerontang. Kemarau mungkin tsedang menunggu, dan mendung adalah sebuah harapan turunnya hujan.

Aku tidak suka, aku tidak bertemu bintang malam ini, tidak bisa berbagi cerita tentang sehariku tadi. Aku juga kecewa, aku tidak menemukanmu di kamar tidurmu tadi ketika aku mengintai dari balik kaca, kamu kemana??

Aku merasa sendirian malam ini, aku rindu kalian. Kamu dan bintang. Apa kamu tahu tentang rinduku?
Jika tidak, juga tidak apa-apa. Mungkin aku akan menunggu bintang datang, meski sampai larut atau pagi sekalipun. Karena hanya dia yang tahu benar seperti apa ketika aku rindu.
Dan semoga kamu baik-baik saja di manapun kamu berada. Semoga di langitmu malam ini berbintang, dan semoga juga ada bintang yang baik hati yang mau menyampaikan rinduku padamu. Semoga.

-Key
-Senja

(Dalam Catatan Senja)

23112015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kompetisi Menulis Cerpen “Pilih Mana: Cinta Atau Uang?” #KeputusanCerdas

KARENA CINTA ITU INDAH... Duduk di sebuah kafe bernama Rainbow , seorang wanita dengan dress putih selutut yang dikenakannya. Lengkap dengan hiasan kalung yang melingkar di lehernya. Menambah kesan anggun pada diri wanita itu. Sedari tadi, ia seakan tak memedulikan orang-orang di sekitarnya yang sibuk memesan menu pada waitress yang ada. Pandangannya hanya tertuju pada jendela yang berada tepat di samping kirinya. Ia sengaja memilih meja yang berada tepat di dekat jendela. Karena membuatnya akan lebih mudah memantau ke arah luar kafe dari balik kaca jendela. Hari itu hujan turun tak begitu deras. Hanya beberapa gerimis yang dijatuhkan langit ke tubuh bumi. Hingga membuat sebagian orang tak perlu menunda kesibukan mereka hari itu. Begitupun Keyla, nama wanita itu. Sudah hampir sejam ia duduk di dalam kafe. Dan sudah sejam yang lalu pula, capucino yang dipesannya tak juga disentuhnya. Yang ia lakukan hanya mengecek handphone sembari sesekali menengok ke arah jendela, yang juga ...

Sebuah Tulisan - Kamu Kekinian Nggak??

KEKINIAN  Apa yang akan kamu lakukan, supaya kamu bisa dibilang “ KEKINIAN ”? Kata ini seperti sudah menjadi fenomenal, bahkan telah mengalahkan jargon-jargon yang sempat ngetrend juga, seperti “Aku Mah Apa Atuh”, “Sakitya Tuh Disini”, atau “Aku Mah Gitu Orangnya.” Lantas bagaimana dengan keadaan, sentilan biar dibilang “ KEKINIAN ”? Kadang, kebanyakan orang harus melakukan ‘sesuatu’ agar dibilang KEKINIAN . Misalnya, kalau difoto tangannya saja, atau kakinya doang. Kedua hal tersebut bisa dikatakan sebuah tindakan agar kita bisa dibilang KEKINIAN . Setelah mencari dari berbagai sumber, dari Kamus Bahasa Indonesia yang online , arti kata, postingan di blog-blog yang banyak, kurang lebih artinya sama, ya mungkin inilah arti dari kata kekinian itu. Pengertian KEKINIAN  disini adalah keadaan kini atau sekarang, jadi bisa diartikan KEKINIAN itu adalah sesuatu hal yang lagi ngetren saat ini, atau yang sedang populer, sedang booming saat ini. Contohnya saja ...

Write Anything

8 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan ke Penulis Jadi penulis itu memang kelihatan keren! Tapi kadang mereka juga pusing saat harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari orang di sekitarnya. Sekarang Spring mau berbagi sedikit curhatan dari kakak-kakak penulis kenalan Spring. Katanya jadi penulis itu gampang-gampang susah, dan banyak suka dukanya lho! Siap-siap buat yang pengin jadi penulis, karena penulis sering dapat pertanyaan kayak gini : 1.         Lagi nulis cerita apa? Pertanyaan ini sangat gampang dijawab kalau memang lagi siapin novel baru. Tapi kalau nggak... bingung. Dijawab, lagi nggak nulis apa-apa juga malu. Biasanya ngeles dengan, "Ada deh, novel baru, tapi masih rahasia!" Rahasia takdir maksudnya. Huehehe…. 1.         Cerita novel kamu tentang apa sih? Bisa sekalian promosi nih, mana tahu dia suka dan mau beli novel kita. Tapi kadang juga malah sedih kalau ada te...