hei, lihatlah! kutemukan sajakmu dari rerimbun
gerimis, selarik sajak yang kau tulis bertahun silam tentang hujan
dan bunga amaryllis.
seperti déjà vu, saat mengeja rintik hujan, rasanya
aku mengingat sesuatu.
ah, sudahlah lupakan! mungkin nanti saja akan
kuceritakan.
oh ya, apa kabarmu disana? ada salam untukmu dari
sekawanan prenjak yang berceracau riuh di atas dahan pohon angsana, mereka
bersahabat dengan senja sama sepertimu, barangkali kau bisa mengajaknya
berpetualang, tentu dengan hati riang mereka akan menemanimu mengepakkan sayapnya
menjelajahi negeri senja.
oh, hampir terlupa, apa kabar juga dengan hujan di
kotamu yang semakin menua? apakah ia masih setia mengetuk jendela?
-zahra-
30/09/2014
-hadiah puisi setahun lalu-
(kini, bunga ini begitu ramai diperbincangkan)

Komentar
Posting Komentar