Sebenarnya, dalam kisah ini akulah yang menjadi satu-satunya tokoh. Kisah cinta yang kumainkan sendiri, kuceritakan sendiri dan akhirnya membuatku melukai hatiku sendiri..
Jika saja orang-orang tahu bagaimana itu bisa terjadi, maka mereka pasti akan segera menertawakanku. Mengataiku bodoh dan tolol karena membodohi diri sendiri.
Ya... seseorang yang sedang jatuh hati akan selalu melakukan hal-hal bodoh. Kendatipun ia tahu bahwa yang dilakukannya tak berarti apa-apa untuknya. Tak bisa mengubah segalanya.
Sama seperti diriku selama kurun waktu ******. Aku terus saja meletakkan namanya di hatiku. Padahal, dengan sangat jelas kutahu bahwa namaku tak jua ada di hatinya, mungkin. Atau, kalaupun iya, aku yakin itu hanya sekedar hiasan sesaat baginya.
Berkali-kali aku merasakan kesedihan serta rasa kecewa karena perasaan itu, tapi aku bingung mengapa aku belum juga bisa menyingkirkan namanya di hatiku. Bahkan nama itu semakin tertanam kuat di lubuk hatiku.
Berkali-kali aku memutuskan untuk menghentikan semua ceritaku tentangnya, tapi berkali-kali juga aku gagal. Aku tak tahu apa yang sebenarnya Tuhan inginkan dari ini?
Hingga kini, aku tak pernah tahu cara untuk melepaskan hatiku darinya.
Hingga kini, aku tak pernah tahu cara untuk menghapus namanya.
Aku tak pernah tahu. Dan tak pernah bisa.
Atau mungkin, bukan tak bisa. Tapi BELUM BISA..
Seandainya kau tahu bagaimana rasanya berada di posisiku, apakah kau akan mengerti?
Atau kau tahu, tapi berpura-pura tidak tahu dan terus saja membuat hatiku basah.
Kau tak paham bahwa cara seorang wanita menafsirkan sesuatu akan sangat berbeda dengan cara seorang pria melakukannya.
Jadi, tolong. Jangan kau hujani aku dengan sesuatu pun perlakuan yang akan kutafsirkan secara lain sedang menurutmu tidak demikian.
Tolonglah.. Kuharap, kau mendengarnya...
Karena, sungguh...
Aku tak tahu, aku harus apa sekarang???
(Dalam Catatan Senja)
(Dalam Catatan Senja)
27082015


Komentar
Posting Komentar