Senjaku...
Masihkah kau enggan menatapku?
Menatap sudut kota kecil bersamaku, lagi.
Menatap kawanan burung pipit bersamaku, lagi.
Kaki yang kupakai bersamamu masih tertanam dalam jejak tanah
ini.
Rumput inipun masih hafal betul akan aroma wangi di tubuhmu.
Kenangan langkah kecil kita.
Jika saja ada sedikit celah,
Berpalinglah dari sedikit kecewamu.
Tengoklah betis dari bagian kaki yang semakin membiru.
Yang masih tak mau beranjak
dari jejak ini.
Jejak yang tak semestinya kurusak.
Aku kembali kejejak kaki kita.
Kulihat semuanya berubah.
Semilir angin terbahak mengejek.
Burung pipitpun terbang menjauh.
Rumput tak lagi mendapat asupan gizi.
Aku berdiri diantara harap yang tak pasti.
Senjaku...
Mungkin saja kau dengar.
Aku kan berpijak selamanya di jejak ini.
Meski kau tak kembali.
Meski kau tak menatapku lagi.
Meski semua bagian di sekitar jejak ini meninggalkanku.
Aku tak akan berpaling, lagi.
Senjaku.
(Palu, 7 Feb 2015 – 20:21)

Komentar
Posting Komentar