Pernah berada pada
situasi dimana kamu sudah melakukan semua usaha yang kamu bisa, tapi hasilnya
tidak ada apa-apanya.
Pernah merasa bahwa apa
yang kita dapatkan tidak sesuai dengan apa yang telah kita usahakan.
Pernah melihat orang
lain, teman, bahkan sahabat kita justru lebih beruntung dibanding kita. Padahal
kita tahu bahwa dia tak melakukan usaha sebesar yang kita lakukan.
Pernah merasa begitu
optimis dengan hal-hal yang kita impikan, namun dijatuhkan begitu saja karena
keberuntungan seakan tak suka mendekat pada kita hingga pesimis menjadi jalan
akhir.
Aku pernah...
Dan hampir sering
mengalaminya. Bukan ingin menuding Tuhan atas apa yang ia berikan padaku. Hanya
saja, manusiawi rasanya jika kita
mempunyai perasaan sedikit kecewa dengan semua itu.
Dalam suatu kejadian,
aku pernah merasa begitu tak adil dan seakan keberuntungan tak begitu senang
berada dekat-dekat dengan diriku.
Saat itu, aku sedang
semangat-semangatnya mengurus dan menyelesaikan segala macam urusanku demi memuluskan
dan melancarkan urusanku untuk segera bisa melaksanakan ujian seminar di
kampus. Dengan penuh percaya diri, rasa optimis serta semangat yang besar aku
membuat diriku tak memiliki waktu untuk bersantai-santai. Kukerjakan dengan
segera semuanya, hingga membuatku tak punya waktu untuk tidur terlalu lama.
Namun, ketika hendak menyelesaikan dan mengatur segala sesuatu yang berhubungan
dengan para dosen, kendala itupun muncul. Hingga membuatku terhambat di tengah
perjalananku.
Di lain pihak, salah
seorang sahabat yang begitu santai dan tidak terlalu memusingkan urusan
koreksian serta seminarnya ketika aku begitu semangat dan memburu waktu unuk
mengerjakan semuanya justru seperti diberi keberuntungan yang menurutku cukup
membantunya. Cara ia mengerjakan segala hal yang ia perlukan dengan begitu
santai dan terkadang akulah yang mendorongnya untuk segera bergerak, justru
kurasa lebih memiliki keberuntungan daripada aku yang notabene-nya lebih melakukan semuanya lebih optimal. Disaat aku
mendapatkan kendala, dia justru dengan lancar dan mudahnya menyelesaikan
semuanya. Dan justru lebih dulu dibanding diriku.
Merasa iri? Merasa tidak
adil? Merasa marah? Atau justru kecewa? Aku juga tak tahu. Mungkin iya.
Bagaimana tidak, disaat kita merasa bahwa telah melakukan usaha yang lebih
besar dari oranglain namun justru oranglain yang lebih beruntung dibanding
kita. Aku rasa, hanya orang yang begitu
baik yang tidak memiliki rasa kecewa akan hal itu. Meskipun itu terjadi antara
kita dengan sahabat kita sendiri. Dan kurasa itu sangatlah wajar.. Iya kan???
Tapi, begitulah diri
kita dan kehidupan yang kita jalani. Saat semua yang kita usahakan dengan
begitu besar dan sungguh-sungguh justru dipatahkan oleh 1 hal, ketidakberuntungan...
(Dalam Catatan Senja)
24082015

Komentar
Posting Komentar