Hari ini, aku menghitung waktu yang kian habis.
Bukankah dalam 7 hari ke depan, tak lagi ada dirimu di Kota ini? Setidaknya begitu menurut perhitunganku. Tapi, hingga hari ini kita tak juga pernah bertemu. Lucu bukan? Padahal kita masih dalam batas kota yang sama.
Kau tahu, beberapa hari ini, rasanya sistem imun dalam tubuh mulai melemah. Sumpah, sibukku sekarang hampir menguras seluruh waktu yg ku punya. Bahkan untuk keluarga sekalipun. Tapi, kuacuhkan saja. Toh, kalau memang harus sakit ya sakit saja. Itu artinya, Tuhan masih sayang pada diri kita.
Apa kabar kamu hari ini? Sedang sibuk mengurus kepergianmu nantinya kah? Bahkan sampai saat inipun tak lagi kuterima sapaan darimu, yg hanya sekedar menanyakan aktifitas yg kulakukan. Apakah sesibuk itu dirimu dengan rencana masa depanmu?
Rasanya sudah lama aku tak lagi menulis sesuatu untuk dibaca kembali. Entahlah, seperti tak menemukan inspirasi lagi untuk kembali merangkai kata-kata. Tulisan ini saja seperti terasa kaku saat harus kususun. Apakah aku mulai melupakan impianku sendiri? Atau aku mulai kalah oleh keadaan? Aku tidak tahu.
Sedang apa kamu hari ini? Sudahkah kamu membaca tulisan ini? Setiap hari, ada saja hal yg ingin aku ceritakan padamu. Tapi tak lagi berani kuutarakan sebab aku takut mengganggu waktumu sendiri. Aku takut, rasa bosan menghampirimu. Dan membuatmu melangkah jauh dariku.
Apa kabar kamu? Semoga semua yang kamu impikan untuk masa depanmu bisa tercapai. Tak banyak hal yabg bisa aku berikan dan doakan. Cukup Allah meridhoi segala apa yang kau pilih, dan segalanya akan tercapai dengan mudah.
Hari ini, aku sudahi dulu menyusun apa yg aku rasakan. Badanku mulai tidak enak rasanya. Mungkin setelah ini aku harus minum obat secepatnya, sebab sakit itu tidak enak. Ditambah lagi aku harus tetap (berpura-pura) tidak merasa sakit dengan kepergian yang akan kau jalani.
Sungguh, aku merindukan hujan...
Bukankah dalam 7 hari ke depan, tak lagi ada dirimu di Kota ini? Setidaknya begitu menurut perhitunganku. Tapi, hingga hari ini kita tak juga pernah bertemu. Lucu bukan? Padahal kita masih dalam batas kota yang sama.
Kau tahu, beberapa hari ini, rasanya sistem imun dalam tubuh mulai melemah. Sumpah, sibukku sekarang hampir menguras seluruh waktu yg ku punya. Bahkan untuk keluarga sekalipun. Tapi, kuacuhkan saja. Toh, kalau memang harus sakit ya sakit saja. Itu artinya, Tuhan masih sayang pada diri kita.
Apa kabar kamu hari ini? Sedang sibuk mengurus kepergianmu nantinya kah? Bahkan sampai saat inipun tak lagi kuterima sapaan darimu, yg hanya sekedar menanyakan aktifitas yg kulakukan. Apakah sesibuk itu dirimu dengan rencana masa depanmu?
Rasanya sudah lama aku tak lagi menulis sesuatu untuk dibaca kembali. Entahlah, seperti tak menemukan inspirasi lagi untuk kembali merangkai kata-kata. Tulisan ini saja seperti terasa kaku saat harus kususun. Apakah aku mulai melupakan impianku sendiri? Atau aku mulai kalah oleh keadaan? Aku tidak tahu.
Sedang apa kamu hari ini? Sudahkah kamu membaca tulisan ini? Setiap hari, ada saja hal yg ingin aku ceritakan padamu. Tapi tak lagi berani kuutarakan sebab aku takut mengganggu waktumu sendiri. Aku takut, rasa bosan menghampirimu. Dan membuatmu melangkah jauh dariku.
Apa kabar kamu? Semoga semua yang kamu impikan untuk masa depanmu bisa tercapai. Tak banyak hal yabg bisa aku berikan dan doakan. Cukup Allah meridhoi segala apa yang kau pilih, dan segalanya akan tercapai dengan mudah.
Hari ini, aku sudahi dulu menyusun apa yg aku rasakan. Badanku mulai tidak enak rasanya. Mungkin setelah ini aku harus minum obat secepatnya, sebab sakit itu tidak enak. Ditambah lagi aku harus tetap (berpura-pura) tidak merasa sakit dengan kepergian yang akan kau jalani.
Sungguh, aku merindukan hujan...
Komentar
Posting Komentar