Langsung ke konten utama

Catatan Senja #8 Setelah Itu, Apa?


Setiap perjalanan, akan menemui titik akhirnya. Apakah ini merupakan titik akhir dari perjalananku?

Kali ini, aku ingin menumpahkan sedikit ceritaku. Bukan tentang hati, galau, sedih, apalagi tentang cinta yang tak ada ujungnya. Namun, terlebih pada hidup dan masa depanku kelak.

Hari ini, kembali, satu dari temanku telah meraih gelar sarjananya. Ya, ia telah yudisium. Dan, itu sungguh  membahagiakan tentunya. Hingga hari ini, telah 4 orang temanku yang telah mencapai titik itu. Terkecuali, dengan diriku. Perjalananku belum mencapai tahap itu. Aku masih harus berlari hingga bisa menyusul mereka. Syukur-syukur jika aku bisa cepat sampai tanpa ada hambatan di tengah jalan. Semoga...

Sebenarnya, bukan itu yang menjadi kegelisahan hatiku kali ini. Tapi, lebih kepada bagaimana aku nantinya jika telah mencapai tahap itu. Apa yang selanjutnya harus kuperbuat jika sudah sampai ke titik itu? Apakah merayakannya dengan suka cita? Aku tak tahu...

Hingga saat ini, aku selalu takut untuk cepat-cepat sampai ke titik itu. Takut dengan hal-hal yang akan kutemui di ujung jalan itu. Khawatir jika yang kudapati nantinya, akan membuatku resah dan justru sedih. Setidaknya, itu yang kurasakan. Bagaimana tidak? Ketercapaianku nantinya di tahap itu, justru bukan merupakan akhir dari perjuanganku. Dan begitupun dengan mereka. Tapi, aku tak tahu apakah mereka juga merasakan kekhawatiran seperti yang kurasakan sekarang.

Aku khawatir, jika sampainya aku disana, selanjutnya aku harus berbuat apa? Mungkin saja, ketika sampai disana, aku yang terlalu lelah akan berhenti dan tidak bisa kemana-mana. Tak punya tujuan lagi untuk meneruskan perjalanan. Atau, barangkali jika aku tiba disana, aku akan menemukan banyak jalan baru. Yang ketika aku putuskan untuk memilih salah satunya, ternyata itu bukan jalan yang tepat untukku. Atau yang lebih menakutkan lagi, tak ada jalan baru yang bisa kutempuh untuk membawaku ke dunia yang lebih hebat. Sungguh, aku sangat takut...

Mungkin, dari keluh kesahku, aku seperti orang pesimis yang takut menghadapi kenyataan dan tak mau mengambil resiko. Tidak, bukan seperti itu. Aku bukan bersifat pesimis, apalagi menyerah sebelum bertanding. Hanya saja, aku menyadari kemampuan diriku. Jika melihat orang-orang itu, mereka, yang memang memiliki kehebatan yang patut diakui, selalu membuatku merasa bahwa aku akan kalah. Aku tak punya kesempatan dan aku tak bisa. Bagaimana tidak? Selama di perjalanan saja, aku hanya menjadi orang yang biasa-biasa saja, tanpa ada hal yang membuat orang menyanjung namaku. Tanpa ada embel-embel kelebihan, apalagi kehebatan dalam diriku. Lantas, apa yang mesti aku perjuangkan untuk bekalku ke depan?

Aku takut, tak punya kesempatan seperti mereka, mereka yang memang kompeten dan bisa diperhitungkan. Aahh.... sedih rasanya menjadi seseorang yang mungkin akan teracuhkan kembali. Tapi, aku sudah memutuskan untuk berlari. Bahkan sedikit menambah kecepatanku. Setidaknya, walaupun aku bukan menjadi seseorang yang pertama menempuh garis finish, aku tidak menjadi seseorang yang hanya diam di garis start.

Kurasa, perjalananku kedepan akan lebih sulit dari hari ini. Dan aku siap akan hal itu. Bukankah, sebelum-sebelumnya aku telah merasakan itu? Bukankah, sedari dulu aku telah terlatih untuk itu? Semoga, semua itu akan membawaku pada 1 hal yang sedari dulu aku tuju....

(Dalam Catatan Senja)

03072015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kompetisi Menulis Cerpen “Pilih Mana: Cinta Atau Uang?” #KeputusanCerdas

KARENA CINTA ITU INDAH... Duduk di sebuah kafe bernama Rainbow , seorang wanita dengan dress putih selutut yang dikenakannya. Lengkap dengan hiasan kalung yang melingkar di lehernya. Menambah kesan anggun pada diri wanita itu. Sedari tadi, ia seakan tak memedulikan orang-orang di sekitarnya yang sibuk memesan menu pada waitress yang ada. Pandangannya hanya tertuju pada jendela yang berada tepat di samping kirinya. Ia sengaja memilih meja yang berada tepat di dekat jendela. Karena membuatnya akan lebih mudah memantau ke arah luar kafe dari balik kaca jendela. Hari itu hujan turun tak begitu deras. Hanya beberapa gerimis yang dijatuhkan langit ke tubuh bumi. Hingga membuat sebagian orang tak perlu menunda kesibukan mereka hari itu. Begitupun Keyla, nama wanita itu. Sudah hampir sejam ia duduk di dalam kafe. Dan sudah sejam yang lalu pula, capucino yang dipesannya tak juga disentuhnya. Yang ia lakukan hanya mengecek handphone sembari sesekali menengok ke arah jendela, yang juga ...

Sebuah Tulisan - Kamu Kekinian Nggak??

KEKINIAN  Apa yang akan kamu lakukan, supaya kamu bisa dibilang “ KEKINIAN ”? Kata ini seperti sudah menjadi fenomenal, bahkan telah mengalahkan jargon-jargon yang sempat ngetrend juga, seperti “Aku Mah Apa Atuh”, “Sakitya Tuh Disini”, atau “Aku Mah Gitu Orangnya.” Lantas bagaimana dengan keadaan, sentilan biar dibilang “ KEKINIAN ”? Kadang, kebanyakan orang harus melakukan ‘sesuatu’ agar dibilang KEKINIAN . Misalnya, kalau difoto tangannya saja, atau kakinya doang. Kedua hal tersebut bisa dikatakan sebuah tindakan agar kita bisa dibilang KEKINIAN . Setelah mencari dari berbagai sumber, dari Kamus Bahasa Indonesia yang online , arti kata, postingan di blog-blog yang banyak, kurang lebih artinya sama, ya mungkin inilah arti dari kata kekinian itu. Pengertian KEKINIAN  disini adalah keadaan kini atau sekarang, jadi bisa diartikan KEKINIAN itu adalah sesuatu hal yang lagi ngetren saat ini, atau yang sedang populer, sedang booming saat ini. Contohnya saja ...

Write Anything

8 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan ke Penulis Jadi penulis itu memang kelihatan keren! Tapi kadang mereka juga pusing saat harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari orang di sekitarnya. Sekarang Spring mau berbagi sedikit curhatan dari kakak-kakak penulis kenalan Spring. Katanya jadi penulis itu gampang-gampang susah, dan banyak suka dukanya lho! Siap-siap buat yang pengin jadi penulis, karena penulis sering dapat pertanyaan kayak gini : 1.         Lagi nulis cerita apa? Pertanyaan ini sangat gampang dijawab kalau memang lagi siapin novel baru. Tapi kalau nggak... bingung. Dijawab, lagi nggak nulis apa-apa juga malu. Biasanya ngeles dengan, "Ada deh, novel baru, tapi masih rahasia!" Rahasia takdir maksudnya. Huehehe…. 1.         Cerita novel kamu tentang apa sih? Bisa sekalian promosi nih, mana tahu dia suka dan mau beli novel kita. Tapi kadang juga malah sedih kalau ada te...