Langsung ke konten utama

Teknik Membuat Judul Tulisan yang WOW

Hari ini kita akan membahas tentang Tips Memilih Judul yang Cocok untuk karyamu. Seberapa penting peran sebuah JUDUL terhadap laku/tidaknya buku? PENTING BANGET. Menentukan judul bisa dibilang adalah tahap akhir dari penulisan sebuah naskah. Meskipun judul ini mungkin sudah dipersiapkan sejak awal.


Pemilihan judul juga sangat menentukan dalam proses evaluasi naskah. Jika judul naskahmu UNIK dan BEDA., editor jadi tertarik melihatnya. Jadi, jangan sampai kamu salah memilih judul (milih jodoh juga ding, jangan sampai keliru eaaa). Mau tahu pentingnya sebuah judul? Coba kita bandingkan dua judul ini:

(a) "Beternak Sapi Perah"
(b) "Banjir Duit dari Ternak Sapi Perah."
(c) "Sapi perah bohay"

Bisa dilihat kalau judul (b) lebih HEBOH. Judul (a) terkesan kaku dan teoretis, sementara judul (b) terasa lebih hidup, dan seperti ada pembuktian di sana. Judul (c) abaikan saja, anggap saja tidak ada LOL. Bandingkan kalau kedua buku dengan judul (a) dan (b) itu bersanding di toko buku, mana yang akan lebih sering dilirik calon pembeli? Jangan-jangan judul (c) malah yang laris manis #eh.

Contoh lain, coba bandingkan juga sama Admin Jacob dan Admin-Admin lainnya. Langsung kelihatan kan kalau Miminnya @divapress01 ini adalah yang paling “rusak”? (rusak kok bangga wkwkwkwk biarin kan RRN—Rusak-rusak ngangenin!). Oke, abaikan juga yang ini. Ayo lanjut.

Memilih judul yang TEPAT akan sangat menentukan dilirik/tidaknya naskahmu oleh editor untuk dievaluasi. Perlu diketahui, setiap hari bisa ada puluhan naskah masuk ke penerbit, dan editor penyeleksi harus menyeleksi naskah-naskah yang layak dilirik. Bisa dibayangkan betapa bosannya Mbak/Mas editor penyeleksi naskah. Setiap hari ngadepin naskah mulu, mending juga ngadepin camer #eh

Dalam kemonotonan kerja itu, mereka membutuhkan sesuatu yang FRESH dan BEDA. Nah, kalau lihat naskah dengan judul unik, mereka pun TERTARIK. Judul yang menarik perhatian tentunya akan mereka pilih untuk diseleksi karena judulnya aja bikin penasaran, apalagi penulisnya, eh salah, karyanya maksud MinCob. Karena itu, jika naskahmu sudah selesai dan mau dikirim ke penerbit, kalian harus pintar-pintar memilih judul.
Tapi, naskahnya diselesaikan dulu kali ya. Udah dua kali lebaran, masak naskah belum jadi-jadi juga? Itu naskah apa gebetan kok dianggurin? Itu naskah atau tapai singkong yak ok lama banget didiemin*kabur dijitak DIVAmate

So, gimana cara bikin judul naskah yang UNIK, BEDA, dan MENARIK PERHATIAN? Ayo kita bahas di hari ini yay \(´▽`)/

(1) Bikinlah judul yang mencerminkan "intisari" dari naskahmu.
Tanyakan pada diri sendiri: "Naskah ini sebenarnya tentang apa sih?" Jika naskahmu tentang beternak sapi perah, ya harus menyebutkan tentang sapi perah. Kalau tentang membuat nasi kuning, ya harus ada nasi kuningnya. Selesai? Belum. Intisari saja belum cukup. Kamu harus menambahkan sesuatu yang MENARIK dari intisari itu. Bingung? MinCob juga hihihi. Misalnya begini: judul "Beternak Sapi Perah" masih terlalu kaku, coba dimodifikasi sedikit jadi "Kaya Kilat dengan Bisnis Sapi Perah". Setelah ketemu intisarinya, ubah itu jadi sesuatu yang MEMANCING, MENARIK (dibaca/didengar) dan lebih UNIK. Bisa kan? Bisa dong, DIVAmate geto  loh.

Kalau untuk naskah fiksi gimana, Min? Prinsipnya sama kok, walau mungkin butuh lebih banyak perenungan untuk menangkap intisari karya fiksi. Misal naskahmu berkisah tentang kebangkitan dari kegalauan, judul sementara "Galau si Udin". Judul ini masih terlalu biasa. Coba ubah judul itu jadi LUAR BIASA, coba brainstroming, jalan-jalan, dan merenung. Gimana kalau diganti Galau-Galau Ganteng?

Pokoknya ubah judulmu jadi luar biasa. Kuncinya: (1) Temukan intisarinya, kemudian (2) Modifikasikan hingga jadi lebih memancing perhatian.

(2) Tambahkan pandangan penulis, sesuatu yang terpikir dalam benak kalian saat menulis naskah ini, sesuatu yang berlapis-lapis. Oke, poin no (2) ini agak susah. MinCob pusing menjelaskannya. Kalian googling sendiri ya. Bye (*miminnya dijorokin ke jurang)
Intinya begini, misal kamu nulis novel trus bingung mau kasih judul apa, coba kamu "tanyakan" judulnya kepada karakter dalam naskah kamu. Judul yang diusulkan dari dalam naskah, diusulkan oleh karakter yang kita tulis, cenderung lebih jujur dan mengena. Karena itu kisah mereka. Jadi, seolah-olah karakter di dalam naskah yang kita tulis itulah yang memberikan judul untuk naskah tersebut. Bisa nangkep kan maksudnya?

Contoh teknik (2) ini adalah karya Pram yang berjudul Panggil Aku Kartini Saja. Lihat, seolah-olah Kartini sendiri yang berbicara di sini. Dengan trik (2) ini, seolah buku itu sendiri yang "menjuduli" dirinya sendiri, meskipun sebenarnya penulis juga yang mencarikan judulnya. Djenar juga menggunakan teknik (2) ini untuk menjuduli kumcernya Mereka Bilang, Saya Monyet. Judul yang provokatif sekali.

Teknik (3) adalah menggunakan METAFORA, kata-kata INDAH nan Menggugah, kata-kata IMAJINATIF, berbunga, dan EMOSIONAL.
Teknik (3) ini banyak digunakan oleh penulis-penulis jadul namun karyanya tak lekang dimakan zaman. Era Balai Pustaka adalah pelopornya.
Sengsara Membawa Nikmat, Katak yang Hendak Menjadi Lembu, Seperti Pungguk yang Merindukan Bulan, Dian yang Tak Kunjung Padam, Robohnya Surau Kami, atau Mangan Ora Mangan Ngumpul. Ada yang sudah baca karya-karya hebat ini? Coba amati judul-judulnya. Inilah penerapan dari teknik ketiga ini. Teknik (3) ini berupaya menyimpulkan isi buku pada judulnya. Jadi, baca judulnya saja kita seperti sudah tahu buku itu isinya bakal gimana. Judulnya ditandai dengan bahasa yang terkesan agung, berbunga-bunga, penuh kebijakan dan mutiara zaman.

Teknik (4) Menggunakan satu penggalan/kutipan kalimat/frasa yang ada di dalam naskahmu. Pilih yang unik, yang kira2 bisa jadi JIWA tulisanmu. Dari ratusan kalimat yg menyusun naskahmu, pasti ada satu atau dua patah yang terasa CETAR dan MENJIWAI tulisanmu. Kenapa tidak jadi judul? Beberapa novel @divapress01 ada yang menggunakan teknik (4) ini, di antaranya Syahadat-Syahadat Cinta, Ketika Tuhan Jatuh Cinta, dan banyak lagi.

Bisa juga (5) menggunakan pola kalimat yang tidak biasa ada dalam judul,

misalnya memakai kalimat tanya, kalimat patah, atau kalimat panjangBeberapa buku sastra terbaru banyak yang menggunakan teknik (5) ini, entah menggunakan kalimat tanya atau kalimat yang panjang kayak kereta. Nyeleh, mungkin iya. Tapi, terbukti, naskah mereka berhasil mencuri perhatian pembaca. Setidaknya, mampu mencuri perhatian editor. Mark Haddon ("The Curious Incident of the Dog in the Night-Time), Eka Kurniawan ("Perempuan Patah Hati yg Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi"), Norman Pasaribu ("Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu") atau Dewi Kharisma Michellia ("Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya") adalah beberapa penulis yang menggunakan teknik ini.

Mengapa kalimat panjang? Karena judul yang terdiri atas 1 sampai 4 kata sudah terlalu lumrah dan banyak. Yang sudah banyak dan umum itu sering kali membosankan. Dengan menulis judul yang panjang, karya itu seperti menawarkan sesuatu yang berani, yang baru, yang (siapa tahu) unik dan bagus. Kita nggak akan pernah tahu kan kalau belum pernah membacanya?

Lanjut ke nomor (6) yakni bikin JUDUL yang membikin penasaran minta dibaca atau dibuka.
Sesuatu yang membikin penasaran biasanya memancing perhatian. Mengapa tidak menerapkan fakta ini pada judul naskahmu? Pak @isthisPBosch pernah menulis buku berjudul "The Name of This Book Is Secret". Bikin penasaran banget kan judulnya? Ini loh unik. Dengan membuat judul yang bikin penasaran, baik editor maupun pembaca pun akan tergoda untuk mengambil dan membaca naskah kamu.

Bisa juga menggunakan (7) teknik mempertentangkan, atau menampilkan sesuatu yang berlawanan. Bisa juga menggabungkan dua kata yang tidak memiliki kemiripan sama sekali, bahkan tidak berlawanan. Maka, terciptalah nuansa makna baru.
Novel masyhur karya Leo Tolstoy "War and Peace" adalah salah satu contoh penerapan teknik berlawanan ini. Ada contoh lain?


Bersambung ….*

#PenerbitDivaPress

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kompetisi Menulis Cerpen “Pilih Mana: Cinta Atau Uang?” #KeputusanCerdas

KARENA CINTA ITU INDAH... Duduk di sebuah kafe bernama Rainbow , seorang wanita dengan dress putih selutut yang dikenakannya. Lengkap dengan hiasan kalung yang melingkar di lehernya. Menambah kesan anggun pada diri wanita itu. Sedari tadi, ia seakan tak memedulikan orang-orang di sekitarnya yang sibuk memesan menu pada waitress yang ada. Pandangannya hanya tertuju pada jendela yang berada tepat di samping kirinya. Ia sengaja memilih meja yang berada tepat di dekat jendela. Karena membuatnya akan lebih mudah memantau ke arah luar kafe dari balik kaca jendela. Hari itu hujan turun tak begitu deras. Hanya beberapa gerimis yang dijatuhkan langit ke tubuh bumi. Hingga membuat sebagian orang tak perlu menunda kesibukan mereka hari itu. Begitupun Keyla, nama wanita itu. Sudah hampir sejam ia duduk di dalam kafe. Dan sudah sejam yang lalu pula, capucino yang dipesannya tak juga disentuhnya. Yang ia lakukan hanya mengecek handphone sembari sesekali menengok ke arah jendela, yang juga ...

Sebuah Tulisan - Kamu Kekinian Nggak??

KEKINIAN  Apa yang akan kamu lakukan, supaya kamu bisa dibilang “ KEKINIAN ”? Kata ini seperti sudah menjadi fenomenal, bahkan telah mengalahkan jargon-jargon yang sempat ngetrend juga, seperti “Aku Mah Apa Atuh”, “Sakitya Tuh Disini”, atau “Aku Mah Gitu Orangnya.” Lantas bagaimana dengan keadaan, sentilan biar dibilang “ KEKINIAN ”? Kadang, kebanyakan orang harus melakukan ‘sesuatu’ agar dibilang KEKINIAN . Misalnya, kalau difoto tangannya saja, atau kakinya doang. Kedua hal tersebut bisa dikatakan sebuah tindakan agar kita bisa dibilang KEKINIAN . Setelah mencari dari berbagai sumber, dari Kamus Bahasa Indonesia yang online , arti kata, postingan di blog-blog yang banyak, kurang lebih artinya sama, ya mungkin inilah arti dari kata kekinian itu. Pengertian KEKINIAN  disini adalah keadaan kini atau sekarang, jadi bisa diartikan KEKINIAN itu adalah sesuatu hal yang lagi ngetren saat ini, atau yang sedang populer, sedang booming saat ini. Contohnya saja ...

Write Anything

8 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan ke Penulis Jadi penulis itu memang kelihatan keren! Tapi kadang mereka juga pusing saat harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari orang di sekitarnya. Sekarang Spring mau berbagi sedikit curhatan dari kakak-kakak penulis kenalan Spring. Katanya jadi penulis itu gampang-gampang susah, dan banyak suka dukanya lho! Siap-siap buat yang pengin jadi penulis, karena penulis sering dapat pertanyaan kayak gini : 1.         Lagi nulis cerita apa? Pertanyaan ini sangat gampang dijawab kalau memang lagi siapin novel baru. Tapi kalau nggak... bingung. Dijawab, lagi nggak nulis apa-apa juga malu. Biasanya ngeles dengan, "Ada deh, novel baru, tapi masih rahasia!" Rahasia takdir maksudnya. Huehehe…. 1.         Cerita novel kamu tentang apa sih? Bisa sekalian promosi nih, mana tahu dia suka dan mau beli novel kita. Tapi kadang juga malah sedih kalau ada te...