Langsung ke konten utama

Catatan Senja #15

Saat Mereka Meremehkannya...


Berbicara soal tulisan, dan dunia menulis, mungkin sejak SMP saya sudah mulai menulis, menulis di belakang buku catatan mata pelajaran, atau menulis di meja tempat saya duduk. Di saat saya terlalu pusing mendengarkan semua pelajaran yang harus saya ikuti paling sedikit 11 mata pelajaran dalam satu semester, sungguh membuat terkadang saya merasa penat. Memulai dari tulisan iseng, dan puisi belaga seperti seorang sastrawan dan berbekal sedikit keberanian, saya mulai memamerkan kepada teman-teman. Sebagai manusia, tidak dapat dipungkiri kalau kita butuh identitas. Nah, salah satu bentuk agar identitas itu dapat ada yaitu pengakuan.

Saya masih sangat ingat, pertama kali saya memamerkan puisi saya pada teman-teman saya, ketika mendapatkan tugas bahasa indonesia dari guru waktu itu. Hingga kini, puisi itu masih kusimpan rapi di lemari bukuku. Sebuah puisi yang kutulis mengenai persahabatan.

Jujur jika orang tidak mengenal saya, maka mereka akan meragukan kemampuan saya untuk membuat puisi, sebab memang di lingkungan sekolah dulu, saya dikenal sebagai seorang yang cukup serius, dan hanya mementingkan pelajaran. Sehingga langkah pertama saya untuk menggunakan facebook sebagai media memperlihatkan kemampuan menulis saya Kebanyakan dari mereka hanya sekedar memberi like atas apa yang saya tulis. Tapi saya senang, karena artinya mereka sudah mengapresisasi karya saya. Akibat uji coba itu, membuat saya semakin gigih untuk bisa menjadi seorang penulis, tapi hingga saat itu, saya masih bingung, saya ini penulis bidang apa. Tidak semua hal bisa saya kuasai dengan baik. Meskipun begitu, obsesi saya untuk memperoleh pengakuan terus saya gulirkan, seperti memainkan bola salju.

Kemudian, saya membuat berbagai akun di berbagai media sosial, dan memasukan tulisan-tulisan saya di sana. Hal tersebut saya lakukan agar karya saya bisa memperoleh tempat. Jujur, saya sangat senang, apabila tulisan saya dikomentari oleh orang lain. Tapi hidup di dunia menulis itu tidak selamanya juga menyenangkan, terkadang banyak juga yang mencemooh bahkan tidak menghargai karya saya. Bahkan jujur, orang-orang terdekat saya sendiri, tidak jarang mengatakan bahwa menulis hanya membuang-buang waktu saja.

Tapi jujur bagi saya menulis itu bukan sebatas pekerjaan, tapi agak berlebihan juga jika saya menyebutnya panggilan jiwa, tapi saya merasakan hal yang berbeda ketika saya menulis dan tulisan saya itu di apresiasi. Jujur, terkadang ada titik jenuh dalam menulis, ada saat-saat di mana saya tidak sedang butuh buku, pena, notebook dan modem, tapi saya butuh yang lain. Ya, saya rasa semua kegiatan juga pasti ada yang namanya bosan, apalagi menulis. Menulis itu kegiatan di mana antara hati, jiwa, dan pikiran kita harus menyatu, agak susah juga memang terkadang untuk menyatukannya.

Sejujurnya menulis ini merupakan sebuah hobby tapi saya menentang keras dengan orang-orang yang meremehkan dunia menulis. Buat saya, mau sepintar apapun orang, kalau tidak bisa menulis ya maka dia akan hilang dari sejarah. Mungkin karena dasar itu, saya sangat senang memasukkan tulisan saya, agar tulisan saya dapat dibaca orang lain. Terkadang saya memaksa kawan saya untuk membuka blog pribadi saya, saya bawa notebook bersama dengan modem, lalu saya buka blog saya, dan saya minta dia membaca dan mengomentarinya, ya kalau sudah begitu sih sangat kecil kemungkinan buat dia tidak mau menuruti permintaan saya.

Ada lagi hal yang biasa saya lakukan setelah menulis di blog, yaitu mengirimkan pesan singkat kepada teman-teman bahwa saya punya tulisan baru, dan bilang kepada mereka semua, kalau saya sangat butuh komentarnya, agar mereka mau membaca. Setelah itu biasanya saya mengirimkan URL blog saya di facebook, twitter,  atau bahkan saya tulis di bio. Semua itu saya lakukan untuk memperoleh masukan, sekaligus apresiasi dari mereka mengenai karya yang saya buat. Bahkan kalau sekarang, untuk benar-benar menunjukkan eksistensi saya di dunia penulisan, saya tidak segan bertanya, atau jikalau bisa ingin berdisuksi dengan para penulis hebat melalu email, supaya orang-orang tahu, saya serius ingin jadi penulis

Saya merasakan bahwa dengan menulis saya bisa mengaktualisasikan diri saya. Meskipun jujur saja, jika waktu menulis saya ini, saya gunakan untuk meraih pengakuan. Tapi itulah hidup, hidup adalah pilihan, dan aku memilih untuk menjadi penulis sekaligus pengusaha suatu saat nanti.


GLP at FAM

(Dalam Catatan Senja)

13/12/2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kompetisi Menulis Cerpen “Pilih Mana: Cinta Atau Uang?” #KeputusanCerdas

KARENA CINTA ITU INDAH... Duduk di sebuah kafe bernama Rainbow , seorang wanita dengan dress putih selutut yang dikenakannya. Lengkap dengan hiasan kalung yang melingkar di lehernya. Menambah kesan anggun pada diri wanita itu. Sedari tadi, ia seakan tak memedulikan orang-orang di sekitarnya yang sibuk memesan menu pada waitress yang ada. Pandangannya hanya tertuju pada jendela yang berada tepat di samping kirinya. Ia sengaja memilih meja yang berada tepat di dekat jendela. Karena membuatnya akan lebih mudah memantau ke arah luar kafe dari balik kaca jendela. Hari itu hujan turun tak begitu deras. Hanya beberapa gerimis yang dijatuhkan langit ke tubuh bumi. Hingga membuat sebagian orang tak perlu menunda kesibukan mereka hari itu. Begitupun Keyla, nama wanita itu. Sudah hampir sejam ia duduk di dalam kafe. Dan sudah sejam yang lalu pula, capucino yang dipesannya tak juga disentuhnya. Yang ia lakukan hanya mengecek handphone sembari sesekali menengok ke arah jendela, yang juga ...

Sebuah Tulisan - Kamu Kekinian Nggak??

KEKINIAN  Apa yang akan kamu lakukan, supaya kamu bisa dibilang “ KEKINIAN ”? Kata ini seperti sudah menjadi fenomenal, bahkan telah mengalahkan jargon-jargon yang sempat ngetrend juga, seperti “Aku Mah Apa Atuh”, “Sakitya Tuh Disini”, atau “Aku Mah Gitu Orangnya.” Lantas bagaimana dengan keadaan, sentilan biar dibilang “ KEKINIAN ”? Kadang, kebanyakan orang harus melakukan ‘sesuatu’ agar dibilang KEKINIAN . Misalnya, kalau difoto tangannya saja, atau kakinya doang. Kedua hal tersebut bisa dikatakan sebuah tindakan agar kita bisa dibilang KEKINIAN . Setelah mencari dari berbagai sumber, dari Kamus Bahasa Indonesia yang online , arti kata, postingan di blog-blog yang banyak, kurang lebih artinya sama, ya mungkin inilah arti dari kata kekinian itu. Pengertian KEKINIAN  disini adalah keadaan kini atau sekarang, jadi bisa diartikan KEKINIAN itu adalah sesuatu hal yang lagi ngetren saat ini, atau yang sedang populer, sedang booming saat ini. Contohnya saja ...

Write Anything

8 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan ke Penulis Jadi penulis itu memang kelihatan keren! Tapi kadang mereka juga pusing saat harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari orang di sekitarnya. Sekarang Spring mau berbagi sedikit curhatan dari kakak-kakak penulis kenalan Spring. Katanya jadi penulis itu gampang-gampang susah, dan banyak suka dukanya lho! Siap-siap buat yang pengin jadi penulis, karena penulis sering dapat pertanyaan kayak gini : 1.         Lagi nulis cerita apa? Pertanyaan ini sangat gampang dijawab kalau memang lagi siapin novel baru. Tapi kalau nggak... bingung. Dijawab, lagi nggak nulis apa-apa juga malu. Biasanya ngeles dengan, "Ada deh, novel baru, tapi masih rahasia!" Rahasia takdir maksudnya. Huehehe…. 1.         Cerita novel kamu tentang apa sih? Bisa sekalian promosi nih, mana tahu dia suka dan mau beli novel kita. Tapi kadang juga malah sedih kalau ada te...