Langsung ke konten utama

Catatan Senja #14

Pilihan

Malam itu, tepat di tanggal 6 Desember 2015, pukul 21.49. Aku menerima pesanmu. Setelah beberapa lama aku tak bertemu pun mendengar kabarmu, tiba-tiba saja kau kirimi aku pesan itu. Tak seperti biasanya, kali ini isi pesanmu kau sampaikan dengan kalimat yang jelas tanpa ada kata-kata puisi di dalamnya. Maka, tak perlu waktu lama untuk memahami maksud yang kau sampaikan.

Jika biasanya kau tak pernah mengawali pesanmu dengan salam, maka kali ini terdapat kalimat “Assalamu’alaikum” di awal. Diikuti dengan namaku yang kau tulis dengan jelas. Dengan segera aku tahu, kali ini pembicaraanmu pasti sangat serius.

9 kalimat, 65 kata. Kau sampaikan semua yang ingin kau katakan padaku, yang mungkin tak berani kau sampaikan secara langsung. Dalam pesan itu, rasanya, semua yang mungkin tertahan di hatimu akhirnya kau tumpahkan. Dan akhirnya, berujung pada sebuah keputusan dan pilihan yang kau ambil.

Apa karena sudah menduga, atau justru karena telah terlatih kecewa. Sikapku tetap tenang saat membacanya kalimat demi kalimat. Atau mungkin saat itu, hatiku sedang berusaha untuk menguatkan dirinya sendiri. Entahlah...

Aku sengaja tak segera membalas pesanmu kala itu, karena aku takut akan memberikan kalimat balasan yang tidak tepat. Sebab aku tahu hatiku pasti sedang tak baik. Namun, malam itu akhirnya aku mengetahui 1 hal. Bahwa mencintai terlalu dalam akhirnya membuatku menyakiti diriku sendiri. Dan aku tak pernah bisa mengubah itu, hingga saat ini.

Jika saja kau tahu, bahwa aku tak pernah ingin menjadi penghalang bagi seseorang untuk meraih impian besarnya. Tak pernah sekalipun. Jika kau merasa terikat dan tak bisa terbang bebas, tak bisa berjalan dengan tenang, pun mungkin tak bisa berlari sekuatnya karena hadirnya aku, aku minta maaf.

Hingga pesan terakhir yang aku kirimkan padamu sore itu, aku telah memutuskan untuk berhenti menganggumu, berhenti untuk terus hadir dalam hidupmu. Karena sungguh, tanpa perlu kau memutuskan untuk saling melepaskan, pada akhirnya kita juga akan saling berpisah, bahkan untuk waktu yang tak kita ketahui.
Kau mengejar impianmu, aku mengejar impianku. 

Akan ada banyak hal yang terjadi. Kau, aku, akan menjalani hidup lebih jauh, melewati hari-hari dengan aktifitas baru, bahkan pastinya akan bertemu dengan orang-orang baru. Ya... ”orang-orang baru” Rasanya seperti takut ketika membayangkannya.
Tapi, aku tak ingin lagi terus jatuh, terus galau, atapun sedih. Aku hanya ingin membuktikan bahwa aku juga punya impian besar dan pasti akan mewujudkannya. Apapun yang terjadi.

Sekarang, setelah 4 tahun, 5 bulan, 10 hari. Perasaan itu belum juga bisa hilang. Bahkan semakin besar. Jika kau mengira semua terjadi sejak setahun lalu, mungkin kau keliru...

(Dalam Catatan Senja)

 Senja 10|12|2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kompetisi Menulis Cerpen “Pilih Mana: Cinta Atau Uang?” #KeputusanCerdas

KARENA CINTA ITU INDAH... Duduk di sebuah kafe bernama Rainbow , seorang wanita dengan dress putih selutut yang dikenakannya. Lengkap dengan hiasan kalung yang melingkar di lehernya. Menambah kesan anggun pada diri wanita itu. Sedari tadi, ia seakan tak memedulikan orang-orang di sekitarnya yang sibuk memesan menu pada waitress yang ada. Pandangannya hanya tertuju pada jendela yang berada tepat di samping kirinya. Ia sengaja memilih meja yang berada tepat di dekat jendela. Karena membuatnya akan lebih mudah memantau ke arah luar kafe dari balik kaca jendela. Hari itu hujan turun tak begitu deras. Hanya beberapa gerimis yang dijatuhkan langit ke tubuh bumi. Hingga membuat sebagian orang tak perlu menunda kesibukan mereka hari itu. Begitupun Keyla, nama wanita itu. Sudah hampir sejam ia duduk di dalam kafe. Dan sudah sejam yang lalu pula, capucino yang dipesannya tak juga disentuhnya. Yang ia lakukan hanya mengecek handphone sembari sesekali menengok ke arah jendela, yang juga ...

Sebuah Tulisan - Kamu Kekinian Nggak??

KEKINIAN  Apa yang akan kamu lakukan, supaya kamu bisa dibilang “ KEKINIAN ”? Kata ini seperti sudah menjadi fenomenal, bahkan telah mengalahkan jargon-jargon yang sempat ngetrend juga, seperti “Aku Mah Apa Atuh”, “Sakitya Tuh Disini”, atau “Aku Mah Gitu Orangnya.” Lantas bagaimana dengan keadaan, sentilan biar dibilang “ KEKINIAN ”? Kadang, kebanyakan orang harus melakukan ‘sesuatu’ agar dibilang KEKINIAN . Misalnya, kalau difoto tangannya saja, atau kakinya doang. Kedua hal tersebut bisa dikatakan sebuah tindakan agar kita bisa dibilang KEKINIAN . Setelah mencari dari berbagai sumber, dari Kamus Bahasa Indonesia yang online , arti kata, postingan di blog-blog yang banyak, kurang lebih artinya sama, ya mungkin inilah arti dari kata kekinian itu. Pengertian KEKINIAN  disini adalah keadaan kini atau sekarang, jadi bisa diartikan KEKINIAN itu adalah sesuatu hal yang lagi ngetren saat ini, atau yang sedang populer, sedang booming saat ini. Contohnya saja ...

Write Anything

8 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan ke Penulis Jadi penulis itu memang kelihatan keren! Tapi kadang mereka juga pusing saat harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari orang di sekitarnya. Sekarang Spring mau berbagi sedikit curhatan dari kakak-kakak penulis kenalan Spring. Katanya jadi penulis itu gampang-gampang susah, dan banyak suka dukanya lho! Siap-siap buat yang pengin jadi penulis, karena penulis sering dapat pertanyaan kayak gini : 1.         Lagi nulis cerita apa? Pertanyaan ini sangat gampang dijawab kalau memang lagi siapin novel baru. Tapi kalau nggak... bingung. Dijawab, lagi nggak nulis apa-apa juga malu. Biasanya ngeles dengan, "Ada deh, novel baru, tapi masih rahasia!" Rahasia takdir maksudnya. Huehehe…. 1.         Cerita novel kamu tentang apa sih? Bisa sekalian promosi nih, mana tahu dia suka dan mau beli novel kita. Tapi kadang juga malah sedih kalau ada te...