Filosofi Sebuah Senja
Filosofi sebuah senja, begitu kata mereka. Sebuah senja tanpa kalimat,
sebuah senja tanpa kata. Bisu yang penuh dengan cerita, tuli yang begitu penuh
dengan simfoni malam. Kepada sebuah senja, kepada sebuah cerita yang diam tanpa
kata. Seperti bicara, seperti sembunyi.
Cermin mata sebuah senja, cenderamata yang ditinggalkan kedua peran, antara
matari dan rembulan. Senja yang tidak dapat diceritakan, tempat dua dunia
bersatu, tempat dua dunia bicara, tempat setiap manusia menemukan semua hal
tentang imaji, tentang impi, tentang apa yang tidak dapat dimiliki malam
ataupun pagi.
Bila sebuah senja dapat mempertemukan kedua entitas yang tidak mungkin
dipertemukan, mengapa senja ada diantara transisi malam dan pagi? Antara matari
dan rembulan? Antara realita ataupun imaji?
Kepada sebuah senja yang diam bercerita,
"Aku adalah filosofi sebuah senja, aku adalah pertemuan yang diakhiri
tanpa perpisahan, selalu pertemuan tanpa ada perpisahan. Aku adalah filosofi
dari sebuah senja! Aku adalah senyum yang dipertemukan oleh malam rembulan,
kepada ceria di dalam terangnya matari."
"Aku adalah senja! Aku adalah transisi antara realita dan mimpi. Aku
adalah senja! Selalu pertemuan tanpa perpisahan, aku adalah sebuah paradoks
yang dikatakan dalam kedua belah pihak. Aku ingin menjadi sebuah senja! Antara
dua manusia yang dipertemukan, menciptakan keabadian kepada dua cerita yang
berbeda.
Karna suatu saat aku adalah matari yang akan merindukan rembulan ataupun rembulan yang merindukan caya matari.
Karna suatu saat akan ada senja lain yang mempertemukan kita,
menyatukan kita pada suatu transisi kehidupan.
Karna senja akan mempertemukan kita lagi.
Dengan senyuman"
@Nathaniel_Cro
Karna suatu saat aku adalah matari yang akan merindukan rembulan ataupun rembulan yang merindukan caya matari.
Karna suatu saat akan ada senja lain yang mempertemukan kita,
menyatukan kita pada suatu transisi kehidupan.
Karna senja akan mempertemukan kita lagi.
Dengan senyuman"
@Nathaniel_Cro
Palu, 16:33 at Chemistry Laboratory Untad @Citra_Larasari

Komentar
Posting Komentar