FRAGMEN HUJAN SUATU PAGI
Pagi baru saja menetas
Ketika gerimis memahami makna siklus
Lalu menjadi hujan yang tidak terlalu deras
Sejak malam sajak-sajakku di alastu
Terus menggedor pintu
Ingin segera bergelinjangan
Di helaian kertas
Ingin segera dilahirkan
Tapi hujan ini resap
Ke dalam rahim
Menghanyutkan sajak-sajak yang belum sempat
Terlahir
Kini hujan tinggal kenangan
Aku menelisik kembali sajak-sajak
Hanyut
Mungkin tersangkut di reranting pohon
Yang masih kuyup
Atau tetanah becek yang akan
Kembali merelakan tubuhnya
Di gerayangi panas matahari
Komentar
Posting Komentar