Akhir-akhir ini, baik dalam keseharianmu, tindakanmu, ucapanmu, hingga segala yang menyangkut dirimu, kau sangkut pautkan dengan sebuah filosofi bernama "senja". Entah dengan sengaja ataupun tidak. Dan diriku, yang dengan sengaja menempatkan kata itu sebagai jati diri, membuatku kembali mengalami hal yang dulu membuatku jatuh.
Kau tak pernah tahu, dan mungkin takkan pernah ingin tahu. Bahwa jika kau melakukan hal itu, dengan tanpa kukehendaki, dan secara naluriah, perasaanku akan membawaku ke dalam rasa yang sebenarnya bisa kusebut bodoh. Kau tahu, apa itu? Rasa GR. Aku sendiri merasa malu jika rasa itu hadir. Padahal, belum tentu "senja-senja" yang kau hadirkan dalam hari-hari, terlebih puisi-puisimu itu adalah aku. Dan aku tahu, pasti bukan untukku. Iya kan??
Dan, untuk meminimalisir hal itu, dan kuharap memang seharusnya tak kulakukan. Aku ingin lepas dari tetek bengek soal senja. Menghapus istilah senja dari diriku, walau sebenarnya aku sangat suka dengan hal tersebut. Tapi, demi kebaikanku sendiri, dan sesuai saran yang pernah kau kirimkan padaku, bahwa aku tak seharusnya terlalu mengikuti perasaanku, karena ujung-ujungnya dirikulah yang akan terluka. Apakah kau masih ingat perkataanmu itu? Oh, bukan perkataan sih, tapi lebih tepat pesan singkat darimu. Kalau kau tak ingat juga tidak mengapa. Tapi, begitulah diriku, selalu mengingat hal-hal kecil yang mungkin bagi sebagian orang merupakan hal-hal yang tak penting.
Satu hal yang hingga saat ini masih tak dapat kutemukan dari dirimu, yakni perbedaan antara kebenaran dan candaan dari dirimu. Sejak dulu, saat aku mulai mengenalmu, aku benar-benar tak tahu mana bagian dari dirimu yang benar-benar dari lubuk hati dan mana yang hanya sebatas ucapan dari sifat humormu. Aku tak pernah membenci hal itu, hanya terkadang sedikit tak suka. Kau pasti tahu mengapa.
Kuharap, seperti dalam buku Hujan Matahari, Kau tak memberiku harapan jika memang kepastian itu tak pernah ada.
Semoga, kali ini aku tak salah. Bahwa, hingga saat ini kau masih bercanda denganku. Iya kan???
(Dalam Catatan Senja)
(Dalam Catatan Senja)
28062015

Komentar
Posting Komentar