Bisa
saja aku menyalahkan semua kejadian yang aku alami hingga saat ini.
Bisa
saja aku mempertanyakan mengapa Tuhan mengujiku seperti ini.
Memberikanku
keadaan yang membuatku susah payah.
Memberiku
keadaan yang membuatku bahkan sulit untuk membuat keputusan.
Dulu,
aku meresahkan setiap langkah kaki yang kubuat.
Setiap
keadaan yang mengelilingiku, seolah-olah mengerdilkan pikiranku tentang
keadilan-Nya.
Aku
mempertanyakan sikap-Nya yang seolah-olah pilih kasih.
Mengapa
aku terus menerus diberikan kegelisahan dan kesedihan, bahkan kegagalan?
Sementara
orang lain bisa tertawa lepas di atas kebahagiaannya.
Aku
terus menerus murung dan sekali lagi mempertanyakan keadilan-Nya.
Dulu,
aku merasa aku adalah orang yang paling tidak bahagia.
Karena
aku tahu, hampir semua yang aku harapkan selalu dipatahkan.
Entah
dipatahkan oleh keadaan, entah oleh orang lain, atau aku patahkan sendiri
karena aku takut untuk membuat pilihan.
Sampai
hari ini, aku menemukan jawaban atas semua pertanyaan itu.
Mungkin,
bila aku tidak mengalami itu semua, aku tidak akan pernah bertemu denganmu.
Bahwa
dulu, ketika setiap langkah kaki yang ingin kuambil, selalu dibelokkan.
Bahwa
mungkin, bila satu saja harapanku di masa lalu itu terjadi mungkin aku tidak
akan berada di sisimu saat ini.
Adalah
kamu, seseorang yang membuatku merasa menjadi orang paling bahagia hari ini.
Seseorang
yang membuatku mengerti bahwa setiap keadaan yang terjadi di masa lalu itu
menggerakkan langkah kakiku mendekatimu.
Sayangnya,
aku dulu tidak tahu tentang semua itu.
Mungkin,
bila aku tahu waktu itu aku akan senang hati melangkah meski langkah itu terus
menerus dibelokkan.
Mungkin,
Tuhan tersenyum-senyum melihat kita berdua.
Dulu,
aku mencaci-Nya, mempertanyakan keadilan-Nya.
Kini,
aku memuji cara-Nya menggerakkan makhluk-Nya
Termasuk
menggerakkan langkahku ini, karena aku menemukan jawaban itu.
Kini,
takdir itu ternyata terletak padamu.

Komentar
Posting Komentar