Langsung ke konten utama

Sebuah Tulisan


Sebab, hidup itu keras, Jenderal.


Apa kabar dirimu? Sepertinya, aku mendengar sebuah keluh yang mencoba mengutarakan kata menyerah pada nafasnya. Benar kah itu? Oh my god.
Sejatinya, tak ada yang mudah dalam hidup ini, apapun itu. Manusia di ciptakan untuk selalu berusaha dan melakukan upaya. Bukankah perintah itu juga termaktub dalam kitab suci-Nya?
Kita manusia, dan selamanya memang sebatas hanya manusia. Terkadang timbul rasa pesimis dan menyerah terhadap apa-apa yang sedang terjadi. Terhadap suatu perihal yang begitu kuat kita perjuangkan. Menaruh yakin pun harap bahwa nasib baik akan datang menyambut dan membarenginya dengan doa-doa yang selalu dilangitkan.

Tapi, tak jarang takdir membawa kita menjauh dari harapan itu. Sudah bersusah payah,  sudah berpeluh lelah, eh..malah tak tergapai harap itu. Padahal, Dia telah menjanjikan pada tiap umat-Nya, bahwa barangsiapa yang bersungguh-sungguh, pasti akan dimudahkan. Siapa yang meminta maka akan diberi. Lantas kemana janji itu? Hanya sekedar janjikah?

Sejatinya tidak!!
Semua itu adalah janji Tuhan yang nyata. Namun, dalam ayatnya yang lain Dia menyampaikan bahwa setiap kita akan diujinya dengan beberapa hal. Untuk melihat sebatas mana kesetiaan manusia pada Tuhannya. Mencoba memilih dan mengeliminasi, mana manusia yang hebat dan mana yang kalah dengan keadaan.

Kita lantas tak ingin bukan, menjadi manusia-manusia yang tereliminasi dan dikalahkan oleh keadaan, yang sebenarnya kitalah pengendalinya. Banyak bukti di luar sana, dimana orang-orang hebat lahir dari manusia-manusia yang di masa lalunya justru harus jatuh hingga terseret-seret menghadapi hidup. Saat keadaan mencoba berlaku kejam pada mereka, justru tekad dan doa yang yang mereka punya jauh lebih kuat. Dan, itu menjadi pembuktian mereka kini.

Wajar jika ada saat dimana kita merasa lelah dan terpuruk. Tapi, jangan lama-lama. Setelah sedih dan rasa kecewa itu habis, segera bangkit lagi. Seperti ketika kita kecil dulu, jatuh, menangis, tapi segera berdiri lagi dan bermain lagi. J

Perjalanan kita masih panjang. Jika memutuskan untuk menyerah sekarang. Sungguh sebuah tindakan yang sangat bodoh. Maaf. Tapi itulah yang aku dapatkan beberapa hari belakangan ini. Meninjau kembali beberapa tindakan yang tak seharusnya aku tanamkan dalam diriku.
Menyerah hanya milik orang-orang yang mau kalah.
Menyerah hanya kepunyaan manusia-manusia lemah yang takut gagal.
Menyerah hanya jalan bagi diri yang tak ingin hebat.
Kita tak mau seperti itu bukan?
Dan, jika kau memilih untuk tetap menyerah. Maka aku pastikan kau akan menyesali tindakan itu di masa depan. Percayalah!!!

Jika kau ingin menyerah, maka berpikirlah bahwa kelak kau akan menjadi seseorang yang tak memiliki nilai apapun di masa depanmu.
So, dont give up. Dont never give up.
Tetap semangat...!!!! Percaya, akan selalu ada orang-orang yang menginginkan dan menunggu kehebatan dirimu. Akan selau ada orang-orang yang mendoakan itu. Percayalah... JJJ

Jangan menyerah.
Sebab, hidup itu memang keras, Jenderal. Hehehe... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kompetisi Menulis Cerpen “Pilih Mana: Cinta Atau Uang?” #KeputusanCerdas

KARENA CINTA ITU INDAH... Duduk di sebuah kafe bernama Rainbow , seorang wanita dengan dress putih selutut yang dikenakannya. Lengkap dengan hiasan kalung yang melingkar di lehernya. Menambah kesan anggun pada diri wanita itu. Sedari tadi, ia seakan tak memedulikan orang-orang di sekitarnya yang sibuk memesan menu pada waitress yang ada. Pandangannya hanya tertuju pada jendela yang berada tepat di samping kirinya. Ia sengaja memilih meja yang berada tepat di dekat jendela. Karena membuatnya akan lebih mudah memantau ke arah luar kafe dari balik kaca jendela. Hari itu hujan turun tak begitu deras. Hanya beberapa gerimis yang dijatuhkan langit ke tubuh bumi. Hingga membuat sebagian orang tak perlu menunda kesibukan mereka hari itu. Begitupun Keyla, nama wanita itu. Sudah hampir sejam ia duduk di dalam kafe. Dan sudah sejam yang lalu pula, capucino yang dipesannya tak juga disentuhnya. Yang ia lakukan hanya mengecek handphone sembari sesekali menengok ke arah jendela, yang juga ...

Sebuah Tulisan - Kamu Kekinian Nggak??

KEKINIAN  Apa yang akan kamu lakukan, supaya kamu bisa dibilang “ KEKINIAN ”? Kata ini seperti sudah menjadi fenomenal, bahkan telah mengalahkan jargon-jargon yang sempat ngetrend juga, seperti “Aku Mah Apa Atuh”, “Sakitya Tuh Disini”, atau “Aku Mah Gitu Orangnya.” Lantas bagaimana dengan keadaan, sentilan biar dibilang “ KEKINIAN ”? Kadang, kebanyakan orang harus melakukan ‘sesuatu’ agar dibilang KEKINIAN . Misalnya, kalau difoto tangannya saja, atau kakinya doang. Kedua hal tersebut bisa dikatakan sebuah tindakan agar kita bisa dibilang KEKINIAN . Setelah mencari dari berbagai sumber, dari Kamus Bahasa Indonesia yang online , arti kata, postingan di blog-blog yang banyak, kurang lebih artinya sama, ya mungkin inilah arti dari kata kekinian itu. Pengertian KEKINIAN  disini adalah keadaan kini atau sekarang, jadi bisa diartikan KEKINIAN itu adalah sesuatu hal yang lagi ngetren saat ini, atau yang sedang populer, sedang booming saat ini. Contohnya saja ...

Write Anything

8 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan ke Penulis Jadi penulis itu memang kelihatan keren! Tapi kadang mereka juga pusing saat harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari orang di sekitarnya. Sekarang Spring mau berbagi sedikit curhatan dari kakak-kakak penulis kenalan Spring. Katanya jadi penulis itu gampang-gampang susah, dan banyak suka dukanya lho! Siap-siap buat yang pengin jadi penulis, karena penulis sering dapat pertanyaan kayak gini : 1.         Lagi nulis cerita apa? Pertanyaan ini sangat gampang dijawab kalau memang lagi siapin novel baru. Tapi kalau nggak... bingung. Dijawab, lagi nggak nulis apa-apa juga malu. Biasanya ngeles dengan, "Ada deh, novel baru, tapi masih rahasia!" Rahasia takdir maksudnya. Huehehe…. 1.         Cerita novel kamu tentang apa sih? Bisa sekalian promosi nih, mana tahu dia suka dan mau beli novel kita. Tapi kadang juga malah sedih kalau ada te...