Sebab, hidup itu keras, Jenderal.
Apa
kabar dirimu? Sepertinya, aku mendengar sebuah keluh yang mencoba mengutarakan
kata menyerah pada nafasnya. Benar kah itu? Oh my god.
Sejatinya,
tak ada yang mudah dalam hidup ini, apapun itu. Manusia di ciptakan untuk
selalu berusaha dan melakukan upaya. Bukankah perintah itu juga termaktub dalam
kitab suci-Nya?
Kita
manusia, dan selamanya memang sebatas hanya manusia. Terkadang timbul rasa
pesimis dan menyerah terhadap apa-apa yang sedang terjadi. Terhadap suatu
perihal yang begitu kuat kita perjuangkan. Menaruh yakin pun harap bahwa nasib
baik akan datang menyambut dan membarenginya dengan doa-doa yang selalu
dilangitkan.
Tapi,
tak jarang takdir membawa kita menjauh dari harapan itu. Sudah bersusah payah, sudah berpeluh lelah, eh..malah tak tergapai
harap itu. Padahal, Dia telah menjanjikan pada tiap umat-Nya, bahwa barangsiapa
yang bersungguh-sungguh, pasti akan dimudahkan. Siapa yang meminta maka akan diberi.
Lantas kemana janji itu? Hanya sekedar janjikah?
Sejatinya
tidak!!
Semua
itu adalah janji Tuhan yang nyata. Namun, dalam ayatnya yang lain Dia
menyampaikan bahwa setiap kita akan diujinya dengan beberapa hal. Untuk melihat
sebatas mana kesetiaan manusia pada Tuhannya. Mencoba memilih dan
mengeliminasi, mana manusia yang hebat dan mana yang kalah dengan keadaan.
Kita
lantas tak ingin bukan, menjadi manusia-manusia yang tereliminasi dan
dikalahkan oleh keadaan, yang sebenarnya kitalah pengendalinya. Banyak bukti di
luar sana, dimana orang-orang hebat lahir dari manusia-manusia yang di masa
lalunya justru harus jatuh hingga terseret-seret menghadapi hidup. Saat keadaan
mencoba berlaku kejam pada mereka, justru tekad dan doa yang yang mereka punya
jauh lebih kuat. Dan, itu menjadi pembuktian mereka kini.
Wajar
jika ada saat dimana kita merasa lelah dan terpuruk. Tapi, jangan lama-lama. Setelah
sedih dan rasa kecewa itu habis, segera bangkit lagi. Seperti ketika kita kecil
dulu, jatuh, menangis, tapi segera berdiri lagi dan bermain lagi. J
Perjalanan
kita masih panjang. Jika memutuskan untuk menyerah sekarang. Sungguh sebuah
tindakan yang sangat bodoh. Maaf. Tapi itulah yang aku dapatkan beberapa hari
belakangan ini. Meninjau kembali beberapa tindakan yang tak seharusnya aku
tanamkan dalam diriku.
Menyerah
hanya milik orang-orang yang mau kalah.
Menyerah
hanya kepunyaan manusia-manusia lemah yang takut gagal.
Menyerah
hanya jalan bagi diri yang tak ingin hebat.
Kita
tak mau seperti itu bukan?
Dan,
jika kau memilih untuk tetap menyerah. Maka aku pastikan kau akan menyesali
tindakan itu di masa depan. Percayalah!!!
Jika
kau ingin menyerah, maka berpikirlah bahwa kelak kau akan menjadi seseorang
yang tak memiliki nilai apapun di masa depanmu.
So,
dont give up. Dont never give up.
Tetap
semangat...!!!! Percaya, akan selalu ada orang-orang yang menginginkan dan
menunggu kehebatan dirimu. Akan selau ada orang-orang yang mendoakan itu. Percayalah...
JJJ
Jangan
menyerah.
Sebab,
hidup itu memang keras, Jenderal. Hehehe...

Komentar
Posting Komentar