Aku
Sebut Mereka SAHABAT
Sebab akan mulai berpisah, maka tiba-tiba saja tulisan ini ingin kubuat.
Entahlah, hanya sekedar ingin menyampaikan segala hal yang aku pikirkan tentang
mereka, sahabat-sahabatku. Mereka, yang selalu hadir dan mengisi hari-hari.
mereka yang seperti saudara bagiku. Semoga, dalam perjalanan waktu, Tuhan
mengizinkan kita untuk bertemu kembali dan saling bertanya kabar. Menanyakan tentang
harapan-harapan kita yang telah terwujud.
Berikut mereka, orang-orang yang sangat berarti dalam hidupku...
1.
Nurmawati
Keibuan. Kata itulah yang cukup menggambarkan pribadi sahabatku
yang satu ini. Aku sudah mengenalnya sejak kecil, bahkan saat aku belum
mengenal yang namanya cinta.
Uma, begitu biasa aku dan kebanyakan orang memanggilnya. Seperti
yang telah aku katakan di awal, Uma merupakan pribadi yang menurutku cukup
keibuan. Ada alasan mengapa aku mengatakan seperti itu.
Meski Uma adalah anak bungsu, tapi itu tak menjadi alasan bagi dia
untuk bersikap manja dan bergantung pada orangtua pun kakak-kakaknya. Justru
sebaliknya, merekalah yang banyak bergantung pada keberadaan Uma di rumah. Segala pekerjaan dan urusan rumah, Umalah
yang banyak andil dalam mengerjakannya. Mulai dari memasak, mencuci,
beres-beres, menjaga ponakan, mengantar jemput Ibunya, serta banyak lagi hal
lain yang menjadi tanggung jawab baginya.
Nah, untuk sifat keibuan yang aku katakan adalah karena Uma juga
sangat suka dan sayang pada anak kecil. Hal itu dia tunjukkan ketika sedang
menjaga dan menemani ponakan-ponakannya. Belum lagi sifatnya yang selalu senang
membantu dan mengayomi teman-temannya, menjadikannya begitu keibuan, menurutku.
Menyukai warna hijau, senang mendengarkan lagu-lagu romantis,
hobby nyanyi-nyanyi sendiri di kamar mandi, suka nggak pede kalau harus jalan
sendirian, apalagi di tengah keramaian, suka gugup atau kikuk kalau diajak
janjian ketemuan sama laki-laki yang baru dikenalnya. Itulah Uma.
Pintar, selalu bisa diandalkan, tapi sedikit pelupa dan ceroboh. Tak
jarang aku dan teman-teman yang lain harus geleng-geleng kepala dengan kehebohan
yang dia ciptakan. Tapi, itulah yang membuatnya selalu dirindukan. Dalam
beberapa kesempatan, kami akan merasa kerepotan jika Uma tak ada. Sebab, karena
yang tadi aku bilang, kami selalu mengharapkan dan mengandalkan Uma. Maaf ya
Uma kalau kami sering merepotkan dan menyusahkanmu. J
Oh iya, tak seru rasanya jika tidak membahas masalah cinta.
Hehehe...
Dengan jujurnya Uma pernah mengatakan bahwa dia belum pernah
pacaran. Ya, belum pernah berarti tidak sekalipun. Aku acungi jempol deh untuk
yang satu ini. Sebab, dalam agama Islam memang tak ada yang namanya pacaran.
Jika ditanya mengenai alasan, Uma hanya mengatakan alasannya
dengan santai.
“Jika sudah tahu bahwa laki-laki itu punya perasaan, maka Aku
dengan jurus ampuh dan akan langsung menjauhkan diri.”
Nah loh!
Bicara soal impian dan harapan, Uma tak terlalu ingin mengumbar
impian serta harapan-harapannya kepada orang lain. Mungkin, dia ingin hanya
dirinya dan Tuhan yang tahu. Tapi, tak apa. Kebanyakan orang memang seperti
itu. Semoga, apa yang menjadi doa dan harapan yang ada di hatinya akan terwujud
dan menjadi nyata. Amin.
2.
Fadlian
Fade, begitu biasa teman-teman menyapanya. Terkadang, ada pula yang
memanggilnya dengan Lian. Tapi, aku cukup dengan Ian saja. Rasanya lebih
simple. Jadi, terserah kalian mau memanggilnya dengan panggilan yang mana.
Hehehe...
Bagiku, Ian adalah perempuan tangguh. Tangguh yang aku maksud
bukan yang bisa ngangkat beban berat, bukan yang jago berantem, pun yang bisa
bela diri. Tapi, tangguh untuk menjalani kehidupannya, yang menurutku seperti
dalam adegan-adegan sinetron.
Telah kehilangan sosok
Ibunya ketika masih di bangku kelas 3 SMA. Membuat Ian mau tak mau disebut
sebagai anak yatim. Dan itu bukanlah hal yang diinginkannya.
Sejak saat itu, dia tak lagi senang jika mendengar orang-orang
atau teman-temannya membahas apapun tentang Ibu. Tapi aku tahu, itu bukan
berarti dia melupakan sosok Ibunya. Bahkan Ibunya akan selalu ada dan hidup di
dalam hatinya. Takkan ada yang bisa menggantikannya.
Penyuka sajak, bunga edelweis dan tokoh Harry Potter ini adalah
seorang kidal. Jika di zaman dahulu, kidal masih di pandang sebelah mata, maka
berbeda dengan sekarang. Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa
seseorang yang kidal justru memiliki daya kreativitas yang cukup tinggi. Dan aku
menemukan hal itu pada dirinya.
Ian juga mempunyai minat yang besar dalam dunia fotografi. Dia
suka memotret berbagai macam hal yang menurutnya unik dan tak mainstream.
Termasuk dirinya sendiri. J
Tak hanya itu, dia juga memiliki ketertarikan dalam hal menulis.
Meski bukan sebagai penulis profesional, tapi dia mampu mengekspresikan isi
hatinya dalam bentuk sebuah sajak atau puisi.
Sangat terbuka, tidak neko-neko dan tak bisa menyembunyikan
moodnya. Dia akan dengan gamblang dan jujur menceritakan segala hal yang dia
alami dan dia rasakan. Apapun itu. Tapi, bukan dengan semua orang ya... Hanya
kepada orang-orang yang memang dekat dan dia percaya. Termasuk aku. Ibaratnya,
dari ujung kepala sampai ujung kaki dari dirinya akan dia ceritakan.
Yang paling aku takutkan adalah ketika dia marah. Rasanya, langit
akan bergemuruh dan akan turun hujan badai. Hahaha... lebay banget.
Tapi, tak perlu khawatir, soalnya dia takkan marah dalam waktu
yang lama. Cukup sehari doang, besoknya udah normal kembali.
Nah, untuk urusan cinta, Ian termasuk tipe yang sangaaaaaaat setia.
Bagaimana tidak, ibaratnya nih, sejak dia mengenal cinta sampai bosan dengan
kata cinta itu sendiri, dia hanya suka dan mencintai satu orang. Dari mereka
masih berstatus teman masa kecil yang nggak ngerti apa-apa, hingga mereka sudah
sama-sama dewasa dan dipisahkan oleh jarak, dia tak pernah sedikitpun bisa
membuka hatinya untuk orang lain. Padahal, begitu banyak pangeran-pangeran
tampan di luar sana yang mencoba menaklukan hatinya. Tapi, semua gagal.
Terakhir, untuk impian dan harapan. Aku tak tahu pasti apa yang
sebenarnya dia impikan. Tapi, sejatinya tiap orang pasti punya harapan terbesar
di hatinya. Dia pernah mengatakan bahwa sangat ingin menjadi orang yang kaya
dan tak perlu lagi menyusahkan Ayahnya. Niat yang sungguh mulia. Apapun itu,
semoga semua terkabulkan kelak. Amin.
3.
Trisnawati
Banyak hal yang bisa aku ceritakan untuk sahabatku yang satu ini. Dan,
kali ini, aku akan menceritakan segala hal yang aku ketahui mengenai dirinya.
Tris, seperti itu aku selalu memanggilnya. Tapi, sahabat-sahabatku
yang lain justru lebih sering memanggilnya dengan Ino. Singkatan dari Trisno,
yang merupakan plesetan dari namanya, Trisna. Jadilah nama Ino semakin melekat
dengan dirinya.
Termasuk perempuan yang memperhatikan dan mengutamakan penampilan.
Make up merupakan satu hal yang tak bisa lepas dari dirinya. Mau tahu, barang
apa yang selalu ada di tasnya? Yup, alat make up lah jawabannya. Tapi, itu
wajar sih. Namanya juga perempuan.
Memiliki bakat menyanyi yang cukup mumpuni. Diantara aku dan semua
sahabatku, Trislah yang mempunyai suara paling bagus. Maka tak jarang dia
mengikuti berbagai ajang perlombaan menyanyi. Pun, terkadang dia menyempatkan
diri mejeng di acara-acara nikahan untuk sekedar menyalurkan bakat dan hobby
menyanyinya itu. Mulai dari lagu pop sampai ke lagu dangdut. Mulai lagu yang
musiknya ngebit sampai lagu mellow, dia jabanin deh.
Ada satu sifat yang membuatku terkadang harus menahan napas dan
mengelus dada. Tris termasuk perempuan yang mudah emosian. Dia mudah terbawa
emosi dan mudah marah. Tapi, bukan marah-marah nggak jelas, tapi lebih kepada
orang-orang atau hal-hal yang dirasanya menyinggung dirinya. Tak peduli, mau
itu senior atau junior, mau itu perempuan atau laki-laki. Kalau dia sudah
marah, maka harus siap-siap kena timpuk omelan atau pukulan. Bahkan, salah satu
teman sudah ada yang menjadi korban. Tris...Tris... kalem dikit jadi perempuan
dong. Hehehe... peace. J
Untuk hal-hal yang dia sukai, aku tak begitu tahu banyak. Bahkan
ketika aku telah mengenalnya selama lebih dari 4 tahun. Hanya saja, aku tahu
bahwa Tris adalah gamer sejati. Dia paling hobby tuh yang namanya main game.
Bahkan, ketika sedang menerima materi kuliahpun, dia masih bisa secara
diam-diam bermain game. Untung tidak kedapatan dosen.
Untuk persoalan cinta, menurutku Tris termasuk yang paling pandai
dalam hal ini. Kenapa demikian? Karena dia termasuk perempuan yang cukup mahir
dalam mencari cinta. Aku tak tahu sudah berapa banyak Tris menjalani masa
pacaran. Putus dengan satu orang, dia
akan mendapat gantinya dengan segera. Salut saya. Mungkin itu karena dia cukup
banyak berteman dengan laki-laki. Atau karena pesonanya yang membuat banyak
laki-laki jatuh hati padanya. Jadilah dia takkan lama-lama menyandang status
jomblo.
Aku harap, hubungannya kini adalah hubungan yang terakhir dan akan
menjadi cinta terakhirnya. Semoga laki-laki yang sekarang berada di sisinya
adalah jodoh yang telah Tuhan siapkan untuknya.
Dan, mengenai harapan dan impian. Aku bingung apa yang sebenarnya
Tris impikan dan harapkan dalam hidup. Soalnya, dia jarang membicarakan
mengenai impiannya. Mungkin saja, Tris menginginkan untuk mendapatkan jodoh
yang terbaik baginya. Yang nantinya bisa mendampinginya menjalani hari-hari.
Semoga saja. Apapun itu, aku akan selalu ikut mengamininya.
4.
Widya
Astuti Pusung
Salah satu sahabatku yang paling dewasa diantara kami. Bukan hanya
dewasa dalam sikap dan kepribadian, tapi juga karena Wiwi, nama panggilannya, memiliki
usia yang cukup lebih dewasa dari kami.
Tak suka macam-macam, santai, cuek dan tak mau ambil pusing.
Begitulah Wiwi di mataku. Tapi, hal itulah yang membuat dirinya berbeda. Jika
orang-orang suka baper dalam segala hal, Wiwi sebaliknya. Jika tak ada
hubungannya dengan dirinya, maka Wiwi tak mau peduli.
Aku juga tak banyak tahu tentang Wiwi. Kecuali masalah
percintaannya. Meski sering bersama, tapi Wiwi jarang menceritakan hal-hal yang
berkaitan dengan dirinya.
Oh iya, ada satu kebiasaan Wiwi yang membuat kami merasa lucu sendiri.
Jika sedang bergurau dengan Wiwi, maka dia akan memberi respon yang datar. Saat
kita sudah tertawa terbahak-bahak, Wiwi jutru hanya tersenyum kecil dan tampak
biasa saja. Hanya bisa geleng-geleng deh dengan sikap Wiwi yang satu ini.
Untuk hubungan
percintaannya, Wiwi juga tak kalah hebat. Bukan hebat karena punya banyak
pacar, atau pandai mencari pacar. Tapi, karena hubungan yang dijalaninya dengan
waktu yang cukup lama. Wiwi sudah berpacaran dan menjalin hubungannya selama
kurang lebih 8 tahun. Waktu yang tidak sebentar. Aku bahkan sempat berpikir dan
bertanya, apa mereka tak merasa bosan menjalin hubungan selama itu. Tapi, Wiwi
membuktikannya. Hingga akhirnya, tepat di tanggal 21 November 2015 lalu, dia
akhirnya melepas masa lajangnya dan menikah dengan pacar yang sudah bersamanya
selama 8 tahun tersebut. Sungguh mengharukan. Itu artinya, laki-laki itulah
yang memang Tuhan siapkan untuk menjadi jodohnya.
Semoga pernikahannya akan langgeng hingga maut yang memisahkan.
Amin.
5. Dina Supriatni
Lebih akrab disapa Ten. Darimana asal muasal nama Ten, aku juga
tak tahu. Mungkin dia suka angka 10 kali. Yang jelas, sejak awal aku
mengenalnya, begitulah dia disapa.
Manja dan sedikit kekanak-kanakan. Menjadikan Ten seperti adik
diantara kami. Hal itu juga karena usianya yang lebih muda diantara kami.
Menyenangi warna kuning, jalan-jalan dan hal-hal yang berbau
romantis. Lagu-lagu romantis, film-film romantis, tempat-tempat romantis,
perlakuan romantis, pokoknya segala yang romantis deh. Jadi, bawaanya suka
baper kalau sudah dikasi perhatian sama orang lain.
Ten juga termasuk sahabatku yang cukup pintar dalam akademik.
Maka, tak jarang dia menjadi tempat kami untuk bertanya ketika menemukan
kesulitan. Atau, lebih tepatnya bertanya saat ujian. Hehehe...
Ten adalah perempuan yang mudah khawatir dan sedikit cengeng. Jika
menemui kesulitan sedikit saja, atau tertimpa suatu masalah pun musibah, pasti
bawaannya langsung nangis. Padahal, tak semua hal harus dihadapi dengan tangisan
kan? Tapi, begitulah dia. Dan aku sudah terbiasa dengan sikapnya yang seperti
itu.
Bicara soal hubungan asmaranya, tak beda jauh sih dengan Wiwi. Ten
cukup setia dengan 1 laki-laki yang hingga sekarang masih menjadi pacarnya.
Meski awalnya tak mendapat restu dari orangtuanya, tapi itu tak menjadi alasan
untuknya berhenti memperjuangkan cintanya. Semoga beruntung dan memang berjodoh
dengan dia ya...
Impian dan harapannya, aku juga tak bisa menjelaskannya dengan
pasti. Tapi, yang aku tahu Ten tak terlalu memiliki impian besar dalam hal
akademik, seperti melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Ten hanya menginginkan
bahwa dia akan mendapatkan pekerjaan yang baik dan bisa menghasilkan uang
sendiri. Aku doakan impian dan harapan itu bisa terwujud.
6.
Ahmad
Ma’ruf
Jika ingin bertemu dengan laki-laki yang humoris, heboh dan penuh
semangat, maka kita akan menemukannya dengan sosok sahabatku yang satu ini.
Akrab disapa Aco, Coa, atau terkadang Ma’ruf. Nggak jelas deh mana
nama panggilannya. Yang pasti, mana yang dirasa nyaman untuk diucapkan, maka
kalian bisa memanggilnya dengan nama itu. Ahmadpun boleh, biar kesannya kayak
anak-anak mesjid..
Kalau aku sih, lebih senang memanggilnya dengan nama Aco. Entah
diambil dari bagian namanya yang mana sampai terbentuk nama Aco. Yang aku tahu,
Aco itu panggilan untuk anak laki-laki dalam suku Bugis.
Atau, jangan-jangan Aco itu singkatan dari A=Ahmad dan Co=cowok.
Hahaha... sudahlah, itu hanya imajinasiku saja. J
Aco mempunyai pembawaan yang cukup humoris dan senang bercanda.
Jika berbicara dengannya, kau akan menemui bumbu-bumbu humor dalam tiap
perkataannya. Hal itulah yang membuat banyak orang senang berteman dengannya.
Pendiam dan dewasa, sangat jauh dari
pribadinya. Kau takkan bisa melihatnya pendiam, kecuali saat sedang ujian.
Oh iya, jika membahas tentang dirinya, maka aku akan teringat
dengan hewan “bunglon”. Kenapa demikian?
Bukan maksud menyamainya dengan hewan, tapi lebih kepada sifat
bunglon yang mampu merubah diri untuk menyesuaikan dengan lingkungannya.
Ya, seperti itulah dia.
Kau bisa mengobrol penuh canda dan gelak tawa yang heboh dan tanpa
jaim dengannya. Tapi, tiba-tiba kau akan mendapatinya berubah menjadi laki-laki
yang cool dengan gaya yang maskulin. Dia akan melakukan hal itu untuk
menyesuaikan dirinya dengan kondisi dimana dia berada.
Penyuka puisi, musik, hujan, hobby nyanyi, senang menulis, suka selfian, lihai dalam berbicara dan tampil di depan
orang banyak, selalu mencoba hal baru, tak pernah ingin kalah dengan orang lain
dan selalu ingin menjadi yang terbaik. Setidaknya itulah yang aku tahu tentang
dirinya.
Oh iya, dalam pandanganku, Aco itu menjalani kehidupannya dengan
terencana dan terorganisir. Dia takkan berhenti sebelum mencapai apa yang
diinginkannya. Dia juga termasuk tipe pendengar yang baik, menyenangi makanan
yang enak, dan sangat sadar gaya. Mencintai alam dan keindahan membuatnya hobby
traveling dan mengunjungi tempat-tempat yang menurutnya mempunyai angle yang
keren untuk mengambil foto.
Nah, untuk urusan percintaan, Aco memiliki sedikit kesamaan dengan
Tris. Sama-sama mudah mencari pasangan. Jika hubungan yang telah dijalaninya
kandas begitu saja, maka tak butuh waktu lama bagi dia untuk segera mendapatkan
penggantinya. Entah jurus apa yang dia gunakan untuk meluluhkan hati para
perempuan itu.
Dan, bicara masalah impian dan harapan-harapannya, Aco ingin
menjadi seorang dosen yang hebat serta menjadi pribadi yang sukses. Hal itu
dibuktikannya dengan usahanya untuk bisa melanjutkan pendidikannya ke tahap S2.
Tapi, menurutku bukan itu saja impiannya. Mungkin saja dia ingin
menjadi seorang penyanyi, seperti hobbynya, atau setidaknya menjadi seseorang
yang bisa dikenal banyak orang. Semoga saja.
7.
Nizar
Namanya cukup simple. Tapi, tidak sesimple orangnya. Nizar adalah
seseorang yang sangat ribet dan banyak neko-nekonya. Kekanak-kanakan dan
terkadang bertindak aneh. Tak jarang teman-teman harus menahan emosi jika
berhadapan dengannya. Atau justru menahan malu dengan tingkah gokilnya.
Tapi, di balik itu semua, Nizar termasuk laki-laki yang baik dan
tak segan membantu sesamanya. Jujur saja, menurutku, Nizar sangat peduli pada
teman-temannya, terlebih pada orang-orang yang dekat dengannya.
Tidak mainstream dan selalu muncul dengan hal-hal yang berbeda
dari kebanyakan orang lain. Membuatnya selalu menerima komentar negatif dari
kebanyakan orang.
Jika berdebat dengannya, maka harus banyak-banyak menahan diri.
Bagaimana tidak, Nizar selalu memberikan pernyataan yang lari dari jalurnya.
Benar-benar pribadi yang unik. J
Tapi, itu semua tak membuat kemampuan akademiknya terabaikan.
Jadi, tak perlu meragukan kepintarannya ya...
Menyenangi bola, senang bermain game, dan sangat suka menonton
drama asia. Selebihnya tak banyak lagi hal
dari dirinya yang kuketahui.
Dan, jika membahas masalah percintaannya, maka cukup menarik.
Entah benar atau tidak, dia mengatakan bahwa dirinya tak pernah pacaran hingga
lulus SMA. Sebuah kenyataan yang cukup jarang bagi seorang laki-laki.
Tidak, hingga dia menjalin hubungan dengan seorang perempuan di
kampus. Sayang, hubungan itu tak berlangsung lama. Setelah itu, pada
hubungan-hubungan asmara berikutnya, hal yang sama terus terulang. Nizar tak
pernah menjalani hubungan pacaran dalam waktu yang lama.
Entah apa sebabnya.
Untuk impian dan harapannya, Nizar selalu mempunyai impian yang
besar. Bahkan ketika mimpi itu terdengar mustahil. Tapi, begitulah seharusnya
kita menanamkan harapan pada hati kita. Selalu percaya dan optimis bahwa
semuanya akan terwujud. Amin.
Merekalah orang-orang yang kusebut
sebagai sahabat. Bagiku, sahabat itu seseorang yang multikarakter. Sebab,
sahabat itu bisa jadi motivator, provokator, adik, kakak, orang gila, musuh,
bodyguard, preman tukang palak, dan sebagainya. Nyebelin tapi ngangenin. Dan,
yang paling penting, mereka adalah orang-orang yang menemani kita saat suka pun
duka.
“
Begitu sulitnya mencari teman yang tak lupa kita ketika sudah tak lama berjumpa. Namun jika kita menemukannya, itulah yang dinamakan sahabat yang hebat.”





Ih. Citra eh. Bikin ketawa ba bacanya...
BalasHapusketawa? memang lucu ya? perasaan kalau sy nulis itu tdk pernah bisa buat tulisan yg lucu. :)
BalasHapus