Langsung ke konten utama

Sebuah Tulisan

Aku Sebut Mereka SAHABAT


Sebab akan mulai berpisah, maka tiba-tiba saja tulisan ini ingin kubuat. Entahlah, hanya sekedar ingin menyampaikan segala hal yang aku pikirkan tentang mereka, sahabat-sahabatku. Mereka, yang selalu hadir dan mengisi hari-hari. mereka yang seperti saudara bagiku. Semoga, dalam perjalanan waktu, Tuhan mengizinkan kita untuk bertemu kembali dan saling bertanya kabar. Menanyakan tentang harapan-harapan kita yang telah terwujud.

Berikut mereka, orang-orang yang sangat berarti dalam hidupku...

1.       Nurmawati
       

Keibuan. Kata itulah yang cukup menggambarkan pribadi sahabatku yang satu ini. Aku sudah mengenalnya sejak kecil, bahkan saat aku belum mengenal yang namanya cinta.
Uma, begitu biasa aku dan kebanyakan orang memanggilnya. Seperti yang telah aku katakan di awal, Uma merupakan pribadi yang menurutku cukup keibuan. Ada alasan mengapa aku mengatakan seperti itu.
Meski Uma adalah anak bungsu, tapi itu tak menjadi alasan bagi dia untuk bersikap manja dan bergantung pada orangtua pun kakak-kakaknya. Justru sebaliknya, merekalah yang banyak bergantung pada keberadaan Uma di rumah.  Segala pekerjaan dan urusan rumah, Umalah yang banyak andil dalam mengerjakannya. Mulai dari memasak, mencuci, beres-beres, menjaga ponakan, mengantar jemput Ibunya, serta banyak lagi hal lain yang menjadi tanggung jawab baginya.
Nah, untuk sifat keibuan yang aku katakan adalah karena Uma juga sangat suka dan sayang pada anak kecil. Hal itu dia tunjukkan ketika sedang menjaga dan menemani ponakan-ponakannya. Belum lagi sifatnya yang selalu senang membantu dan mengayomi teman-temannya, menjadikannya begitu keibuan, menurutku.

Menyukai warna hijau, senang mendengarkan lagu-lagu romantis, hobby nyanyi-nyanyi sendiri di kamar mandi, suka nggak pede kalau harus jalan sendirian, apalagi di tengah keramaian, suka gugup atau kikuk kalau diajak janjian ketemuan sama laki-laki yang baru dikenalnya. Itulah Uma.

Pintar, selalu bisa diandalkan, tapi sedikit pelupa dan ceroboh. Tak jarang aku dan teman-teman yang lain harus geleng-geleng kepala dengan kehebohan yang dia ciptakan. Tapi, itulah yang membuatnya selalu dirindukan. Dalam beberapa kesempatan, kami akan merasa kerepotan jika Uma tak ada. Sebab, karena yang tadi aku bilang, kami selalu mengharapkan dan mengandalkan Uma. Maaf ya Uma kalau kami sering merepotkan dan menyusahkanmu. J

Oh iya, tak seru rasanya jika tidak membahas masalah cinta. Hehehe...
Dengan jujurnya Uma pernah mengatakan bahwa dia belum pernah pacaran. Ya, belum pernah berarti tidak sekalipun. Aku acungi jempol deh untuk yang satu ini. Sebab, dalam agama Islam memang tak ada yang namanya pacaran.
Jika ditanya mengenai alasan, Uma hanya mengatakan alasannya dengan santai.
“Jika sudah tahu bahwa laki-laki itu punya perasaan, maka Aku dengan jurus ampuh dan akan langsung menjauhkan diri.”
Nah loh!

Bicara soal impian dan harapan, Uma tak terlalu ingin mengumbar impian serta harapan-harapannya kepada orang lain. Mungkin, dia ingin hanya dirinya dan Tuhan yang tahu. Tapi, tak apa. Kebanyakan orang memang seperti itu. Semoga, apa yang menjadi doa dan harapan yang ada di hatinya akan terwujud dan menjadi nyata. Amin.

2.       Fadlian


Fade, begitu biasa teman-teman menyapanya. Terkadang, ada pula yang memanggilnya dengan Lian. Tapi, aku cukup dengan Ian saja. Rasanya lebih simple. Jadi, terserah kalian mau memanggilnya dengan panggilan yang mana. Hehehe...

Bagiku, Ian adalah perempuan tangguh. Tangguh yang aku maksud bukan yang bisa ngangkat beban berat, bukan yang jago berantem, pun yang bisa bela diri. Tapi, tangguh untuk menjalani kehidupannya, yang menurutku seperti dalam adegan-adegan sinetron.
 Telah kehilangan sosok Ibunya ketika masih di bangku kelas 3 SMA. Membuat Ian mau tak mau disebut sebagai anak yatim. Dan itu bukanlah hal yang diinginkannya.
Sejak saat itu, dia tak lagi senang jika mendengar orang-orang atau teman-temannya membahas apapun tentang Ibu. Tapi aku tahu, itu bukan berarti dia melupakan sosok Ibunya. Bahkan Ibunya akan selalu ada dan hidup di dalam hatinya. Takkan ada yang bisa menggantikannya.

Penyuka sajak, bunga edelweis dan tokoh Harry Potter ini adalah seorang kidal. Jika di zaman dahulu, kidal masih di pandang sebelah mata, maka berbeda dengan sekarang. Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa seseorang yang kidal justru memiliki daya kreativitas yang cukup tinggi. Dan aku menemukan hal itu pada dirinya.
Ian juga mempunyai minat yang besar dalam dunia fotografi. Dia suka memotret berbagai macam hal yang menurutnya unik dan tak mainstream. Termasuk dirinya sendiri. J

Tak hanya itu, dia juga memiliki ketertarikan dalam hal menulis. Meski bukan sebagai penulis profesional, tapi dia mampu mengekspresikan isi hatinya dalam bentuk sebuah sajak atau puisi.

Sangat terbuka, tidak neko-neko dan tak bisa menyembunyikan moodnya. Dia akan dengan gamblang dan jujur menceritakan segala hal yang dia alami dan dia rasakan. Apapun itu. Tapi, bukan dengan semua orang ya... Hanya kepada orang-orang yang memang dekat dan dia percaya. Termasuk aku. Ibaratnya, dari ujung kepala sampai ujung kaki dari dirinya akan dia ceritakan.
Yang paling aku takutkan adalah ketika dia marah. Rasanya, langit akan bergemuruh dan akan turun hujan badai. Hahaha... lebay banget.
Tapi, tak perlu khawatir, soalnya dia takkan marah dalam waktu yang lama. Cukup sehari doang, besoknya udah normal kembali.

Nah, untuk urusan cinta, Ian termasuk tipe yang sangaaaaaaat setia. Bagaimana tidak, ibaratnya nih, sejak dia mengenal cinta sampai bosan dengan kata cinta itu sendiri, dia hanya suka dan mencintai satu orang. Dari mereka masih berstatus teman masa kecil yang nggak ngerti apa-apa, hingga mereka sudah sama-sama dewasa dan dipisahkan oleh jarak, dia tak pernah sedikitpun bisa membuka hatinya untuk orang lain. Padahal, begitu banyak pangeran-pangeran tampan di luar sana yang mencoba menaklukan hatinya. Tapi, semua gagal.

Terakhir, untuk impian dan harapan. Aku tak tahu pasti apa yang sebenarnya dia impikan. Tapi, sejatinya tiap orang pasti punya harapan terbesar di hatinya. Dia pernah mengatakan bahwa sangat ingin menjadi orang yang kaya dan tak perlu lagi menyusahkan Ayahnya. Niat yang sungguh mulia. Apapun itu, semoga semua terkabulkan kelak. Amin.

3.       Trisnawati


Banyak hal yang bisa aku ceritakan untuk sahabatku yang satu ini. Dan, kali ini, aku akan menceritakan segala hal yang aku ketahui mengenai dirinya.
Tris, seperti itu aku selalu memanggilnya. Tapi, sahabat-sahabatku yang lain justru lebih sering memanggilnya dengan Ino. Singkatan dari Trisno, yang merupakan plesetan dari namanya, Trisna. Jadilah nama Ino semakin melekat dengan dirinya.

Termasuk perempuan yang memperhatikan dan mengutamakan penampilan. Make up merupakan satu hal yang tak bisa lepas dari dirinya. Mau tahu, barang apa yang selalu ada di tasnya? Yup, alat make up lah jawabannya. Tapi, itu wajar sih. Namanya juga perempuan.

Memiliki bakat menyanyi yang cukup mumpuni. Diantara aku dan semua sahabatku, Trislah yang mempunyai suara paling bagus. Maka tak jarang dia mengikuti berbagai ajang perlombaan menyanyi. Pun, terkadang dia menyempatkan diri mejeng di acara-acara nikahan untuk sekedar menyalurkan bakat dan hobby menyanyinya itu. Mulai dari lagu pop sampai ke lagu dangdut. Mulai lagu yang musiknya ngebit sampai lagu mellow, dia jabanin deh.

Ada satu sifat yang membuatku terkadang harus menahan napas dan mengelus dada. Tris termasuk perempuan yang mudah emosian. Dia mudah terbawa emosi dan mudah marah. Tapi, bukan marah-marah nggak jelas, tapi lebih kepada orang-orang atau hal-hal yang dirasanya menyinggung dirinya. Tak peduli, mau itu senior atau junior, mau itu perempuan atau laki-laki. Kalau dia sudah marah, maka harus siap-siap kena timpuk omelan atau pukulan. Bahkan, salah satu teman sudah ada yang menjadi korban. Tris...Tris... kalem dikit jadi perempuan dong. Hehehe... peace. J

Untuk hal-hal yang dia sukai, aku tak begitu tahu banyak. Bahkan ketika aku telah mengenalnya selama lebih dari 4 tahun. Hanya saja, aku tahu bahwa Tris adalah gamer sejati. Dia paling hobby tuh yang namanya main game. Bahkan, ketika sedang menerima materi kuliahpun, dia masih bisa secara diam-diam bermain game. Untung tidak kedapatan dosen.

Untuk persoalan cinta, menurutku Tris termasuk yang paling pandai dalam hal ini. Kenapa demikian? Karena dia termasuk perempuan yang cukup mahir dalam mencari cinta. Aku tak tahu sudah berapa banyak Tris menjalani masa pacaran.  Putus dengan satu orang, dia akan mendapat gantinya dengan segera. Salut saya. Mungkin itu karena dia cukup banyak berteman dengan laki-laki. Atau karena pesonanya yang membuat banyak laki-laki jatuh hati padanya. Jadilah dia takkan lama-lama menyandang status jomblo.
Aku harap, hubungannya kini adalah hubungan yang terakhir dan akan menjadi cinta terakhirnya. Semoga laki-laki yang sekarang berada di sisinya adalah jodoh yang telah Tuhan siapkan untuknya.

Dan, mengenai harapan dan impian. Aku bingung apa yang sebenarnya Tris impikan dan harapkan dalam hidup. Soalnya, dia jarang membicarakan mengenai impiannya. Mungkin saja, Tris menginginkan untuk mendapatkan jodoh yang terbaik baginya. Yang nantinya bisa mendampinginya menjalani hari-hari. Semoga saja. Apapun itu, aku akan selalu ikut mengamininya.  

4.       Widya Astuti Pusung


Salah satu sahabatku yang paling dewasa diantara kami. Bukan hanya dewasa dalam sikap dan kepribadian, tapi juga karena Wiwi, nama panggilannya, memiliki usia yang cukup lebih dewasa dari kami.
Tak suka macam-macam, santai, cuek dan tak mau ambil pusing. Begitulah Wiwi di mataku. Tapi, hal itulah yang membuat dirinya berbeda. Jika orang-orang suka baper dalam segala hal, Wiwi sebaliknya. Jika tak ada hubungannya dengan dirinya, maka Wiwi tak mau peduli.

Aku juga tak banyak tahu tentang Wiwi. Kecuali masalah percintaannya. Meski sering bersama, tapi Wiwi jarang menceritakan hal-hal yang berkaitan dengan dirinya.
Oh iya, ada satu kebiasaan Wiwi yang membuat kami merasa lucu sendiri. Jika sedang bergurau dengan Wiwi, maka dia akan memberi respon yang datar. Saat kita sudah tertawa terbahak-bahak, Wiwi jutru hanya tersenyum kecil dan tampak biasa saja. Hanya bisa geleng-geleng deh dengan sikap Wiwi yang satu ini.

 Untuk hubungan percintaannya, Wiwi juga tak kalah hebat. Bukan hebat karena punya banyak pacar, atau pandai mencari pacar. Tapi, karena hubungan yang dijalaninya dengan waktu yang cukup lama. Wiwi sudah berpacaran dan menjalin hubungannya selama kurang lebih 8 tahun. Waktu yang tidak sebentar. Aku bahkan sempat berpikir dan bertanya, apa mereka tak merasa bosan menjalin hubungan selama itu. Tapi, Wiwi membuktikannya. Hingga akhirnya, tepat di tanggal 21 November 2015 lalu, dia akhirnya melepas masa lajangnya dan menikah dengan pacar yang sudah bersamanya selama 8 tahun tersebut. Sungguh mengharukan. Itu artinya, laki-laki itulah yang memang Tuhan siapkan untuk menjadi jodohnya.
Semoga pernikahannya akan langgeng hingga maut yang memisahkan. Amin.

5.       Dina Supriatni


Lebih akrab disapa Ten. Darimana asal muasal nama Ten, aku juga tak tahu. Mungkin dia suka angka 10 kali. Yang jelas, sejak awal aku mengenalnya, begitulah dia disapa.
Manja dan sedikit kekanak-kanakan. Menjadikan Ten seperti adik diantara kami. Hal itu juga karena usianya yang lebih muda diantara kami.

Menyenangi warna kuning, jalan-jalan dan hal-hal yang berbau romantis. Lagu-lagu romantis, film-film romantis, tempat-tempat romantis, perlakuan romantis, pokoknya segala yang romantis deh. Jadi, bawaanya suka baper kalau sudah dikasi perhatian sama orang lain.
Ten juga termasuk sahabatku yang cukup pintar dalam akademik. Maka, tak jarang dia menjadi tempat kami untuk bertanya ketika menemukan kesulitan. Atau, lebih tepatnya bertanya saat ujian. Hehehe...

Ten adalah perempuan yang mudah khawatir dan sedikit cengeng. Jika menemui kesulitan sedikit saja, atau tertimpa suatu masalah pun musibah, pasti bawaannya langsung nangis. Padahal, tak semua hal harus dihadapi dengan tangisan kan? Tapi, begitulah dia. Dan aku sudah terbiasa dengan sikapnya yang seperti itu.

Bicara soal hubungan asmaranya, tak beda jauh sih dengan Wiwi. Ten cukup setia dengan 1 laki-laki yang hingga sekarang masih menjadi pacarnya. Meski awalnya tak mendapat restu dari orangtuanya, tapi itu tak menjadi alasan untuknya berhenti memperjuangkan cintanya. Semoga beruntung dan memang berjodoh dengan dia ya...

Impian dan harapannya, aku juga tak bisa menjelaskannya dengan pasti. Tapi, yang aku tahu Ten tak terlalu memiliki impian besar dalam hal akademik, seperti melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Ten hanya menginginkan bahwa dia akan mendapatkan pekerjaan yang baik dan bisa menghasilkan uang sendiri. Aku doakan impian dan harapan itu bisa terwujud.

6.       Ahmad Ma’ruf


Jika ingin bertemu dengan laki-laki yang humoris, heboh dan penuh semangat, maka kita akan menemukannya dengan sosok sahabatku yang satu ini. 
Akrab disapa Aco, Coa, atau terkadang Ma’ruf. Nggak jelas deh mana nama panggilannya. Yang pasti, mana yang dirasa nyaman untuk diucapkan, maka kalian bisa memanggilnya dengan nama itu. Ahmadpun boleh, biar kesannya kayak anak-anak mesjid..
Kalau aku sih, lebih senang memanggilnya dengan nama Aco. Entah diambil dari bagian namanya yang mana sampai terbentuk nama Aco. Yang aku tahu, Aco itu panggilan untuk anak laki-laki dalam suku Bugis.
Atau, jangan-jangan Aco itu singkatan dari A=Ahmad dan Co=cowok. Hahaha... sudahlah, itu hanya imajinasiku saja. J

Aco mempunyai pembawaan yang cukup humoris dan senang bercanda. Jika berbicara dengannya, kau akan menemui bumbu-bumbu humor dalam tiap perkataannya. Hal itulah yang membuat banyak orang senang berteman dengannya. Pendiam dan  dewasa, sangat jauh dari pribadinya. Kau takkan bisa melihatnya pendiam, kecuali saat sedang ujian.

Oh iya, jika membahas tentang dirinya, maka aku akan teringat dengan hewan “bunglon”. Kenapa demikian?
Bukan maksud menyamainya dengan hewan, tapi lebih kepada sifat bunglon yang mampu merubah diri untuk menyesuaikan dengan lingkungannya.
Ya, seperti itulah dia.
Kau bisa mengobrol penuh canda dan gelak tawa yang heboh dan tanpa jaim dengannya. Tapi, tiba-tiba kau akan mendapatinya berubah menjadi laki-laki yang cool dengan gaya yang maskulin. Dia akan melakukan hal itu untuk menyesuaikan dirinya dengan kondisi dimana dia berada.

Penyuka puisi, musik, hujan, hobby nyanyi, senang menulis, suka selfian,  lihai dalam berbicara dan tampil di depan orang banyak, selalu mencoba hal baru, tak pernah ingin kalah dengan orang lain dan selalu ingin menjadi yang terbaik. Setidaknya itulah yang aku tahu tentang dirinya.

Oh iya, dalam pandanganku, Aco itu menjalani kehidupannya dengan terencana dan terorganisir. Dia takkan berhenti sebelum mencapai apa yang diinginkannya. Dia juga termasuk tipe pendengar yang baik, menyenangi makanan yang enak, dan sangat sadar gaya. Mencintai alam dan keindahan membuatnya hobby traveling dan mengunjungi tempat-tempat yang menurutnya mempunyai angle yang keren untuk mengambil foto.

Nah, untuk urusan percintaan, Aco memiliki sedikit kesamaan dengan Tris. Sama-sama mudah mencari pasangan. Jika hubungan yang telah dijalaninya kandas begitu saja, maka tak butuh waktu lama bagi dia untuk segera mendapatkan penggantinya. Entah jurus apa yang dia gunakan untuk meluluhkan hati para perempuan itu.

Dan, bicara masalah impian dan harapan-harapannya, Aco ingin menjadi seorang dosen yang hebat serta menjadi pribadi yang sukses. Hal itu dibuktikannya dengan usahanya untuk bisa melanjutkan pendidikannya ke tahap S2.
Tapi, menurutku bukan itu saja impiannya. Mungkin saja dia ingin menjadi seorang penyanyi, seperti hobbynya, atau setidaknya menjadi seseorang yang bisa dikenal banyak orang. Semoga saja.

7.       Nizar


Namanya cukup simple. Tapi, tidak sesimple orangnya. Nizar adalah seseorang yang sangat ribet dan banyak neko-nekonya. Kekanak-kanakan dan terkadang bertindak aneh. Tak jarang teman-teman harus menahan emosi jika berhadapan dengannya. Atau justru menahan malu dengan tingkah gokilnya.
Tapi, di balik itu semua, Nizar termasuk laki-laki yang baik dan tak segan membantu sesamanya. Jujur saja, menurutku, Nizar sangat peduli pada teman-temannya, terlebih pada orang-orang yang dekat dengannya.

Tidak mainstream dan selalu muncul dengan hal-hal yang berbeda dari kebanyakan orang lain. Membuatnya selalu menerima komentar negatif dari kebanyakan orang.
Jika berdebat dengannya, maka harus banyak-banyak menahan diri. Bagaimana tidak, Nizar selalu memberikan pernyataan yang lari dari jalurnya. Benar-benar pribadi yang unik. J
Tapi, itu semua tak membuat kemampuan akademiknya terabaikan. Jadi, tak perlu meragukan kepintarannya ya...

Menyenangi bola, senang bermain game, dan sangat suka menonton drama asia. Selebihnya  tak banyak lagi hal dari dirinya yang kuketahui.

Dan, jika membahas masalah percintaannya, maka cukup menarik. Entah benar atau tidak, dia mengatakan bahwa dirinya tak pernah pacaran hingga lulus SMA. Sebuah kenyataan yang cukup jarang bagi seorang laki-laki.
Tidak, hingga dia menjalin hubungan dengan seorang perempuan di kampus. Sayang, hubungan itu tak berlangsung lama. Setelah itu, pada hubungan-hubungan asmara berikutnya, hal yang sama terus terulang. Nizar tak pernah menjalani hubungan pacaran dalam waktu yang lama.
Entah apa sebabnya.

Untuk impian dan harapannya, Nizar selalu mempunyai impian yang besar. Bahkan ketika mimpi itu terdengar mustahil. Tapi, begitulah seharusnya kita menanamkan harapan pada hati kita. Selalu percaya dan optimis bahwa semuanya akan terwujud. Amin.

Merekalah orang-orang yang kusebut sebagai sahabat. Bagiku, sahabat itu seseorang yang multikarakter. Sebab, sahabat itu bisa jadi motivator, provokator, adik, kakak, orang gila, musuh, bodyguard, preman tukang palak, dan sebagainya. Nyebelin tapi ngangenin. Dan, yang paling penting, mereka adalah orang-orang yang menemani kita saat suka pun duka.

Begitu sulitnya mencari teman yang tak lupa kita ketika sudah tak lama berjumpa. Namun jika kita menemukannya, itulah yang dinamakan sahabat yang hebat.

Komentar

  1. Ih. Citra eh. Bikin ketawa ba bacanya...

    BalasHapus
  2. ketawa? memang lucu ya? perasaan kalau sy nulis itu tdk pernah bisa buat tulisan yg lucu. :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kompetisi Menulis Cerpen “Pilih Mana: Cinta Atau Uang?” #KeputusanCerdas

KARENA CINTA ITU INDAH... Duduk di sebuah kafe bernama Rainbow , seorang wanita dengan dress putih selutut yang dikenakannya. Lengkap dengan hiasan kalung yang melingkar di lehernya. Menambah kesan anggun pada diri wanita itu. Sedari tadi, ia seakan tak memedulikan orang-orang di sekitarnya yang sibuk memesan menu pada waitress yang ada. Pandangannya hanya tertuju pada jendela yang berada tepat di samping kirinya. Ia sengaja memilih meja yang berada tepat di dekat jendela. Karena membuatnya akan lebih mudah memantau ke arah luar kafe dari balik kaca jendela. Hari itu hujan turun tak begitu deras. Hanya beberapa gerimis yang dijatuhkan langit ke tubuh bumi. Hingga membuat sebagian orang tak perlu menunda kesibukan mereka hari itu. Begitupun Keyla, nama wanita itu. Sudah hampir sejam ia duduk di dalam kafe. Dan sudah sejam yang lalu pula, capucino yang dipesannya tak juga disentuhnya. Yang ia lakukan hanya mengecek handphone sembari sesekali menengok ke arah jendela, yang juga ...

Sebuah Tulisan - Kamu Kekinian Nggak??

KEKINIAN  Apa yang akan kamu lakukan, supaya kamu bisa dibilang “ KEKINIAN ”? Kata ini seperti sudah menjadi fenomenal, bahkan telah mengalahkan jargon-jargon yang sempat ngetrend juga, seperti “Aku Mah Apa Atuh”, “Sakitya Tuh Disini”, atau “Aku Mah Gitu Orangnya.” Lantas bagaimana dengan keadaan, sentilan biar dibilang “ KEKINIAN ”? Kadang, kebanyakan orang harus melakukan ‘sesuatu’ agar dibilang KEKINIAN . Misalnya, kalau difoto tangannya saja, atau kakinya doang. Kedua hal tersebut bisa dikatakan sebuah tindakan agar kita bisa dibilang KEKINIAN . Setelah mencari dari berbagai sumber, dari Kamus Bahasa Indonesia yang online , arti kata, postingan di blog-blog yang banyak, kurang lebih artinya sama, ya mungkin inilah arti dari kata kekinian itu. Pengertian KEKINIAN  disini adalah keadaan kini atau sekarang, jadi bisa diartikan KEKINIAN itu adalah sesuatu hal yang lagi ngetren saat ini, atau yang sedang populer, sedang booming saat ini. Contohnya saja ...

Write Anything

8 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan ke Penulis Jadi penulis itu memang kelihatan keren! Tapi kadang mereka juga pusing saat harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari orang di sekitarnya. Sekarang Spring mau berbagi sedikit curhatan dari kakak-kakak penulis kenalan Spring. Katanya jadi penulis itu gampang-gampang susah, dan banyak suka dukanya lho! Siap-siap buat yang pengin jadi penulis, karena penulis sering dapat pertanyaan kayak gini : 1.         Lagi nulis cerita apa? Pertanyaan ini sangat gampang dijawab kalau memang lagi siapin novel baru. Tapi kalau nggak... bingung. Dijawab, lagi nggak nulis apa-apa juga malu. Biasanya ngeles dengan, "Ada deh, novel baru, tapi masih rahasia!" Rahasia takdir maksudnya. Huehehe…. 1.         Cerita novel kamu tentang apa sih? Bisa sekalian promosi nih, mana tahu dia suka dan mau beli novel kita. Tapi kadang juga malah sedih kalau ada te...